AYOJAKARTA.COM -- Di era digital yang semakin mendominasi, fenomena brain rot menjadi perhatian serius, terutama di kalangan Generasi Z atau Gen Z.
Dengan semakin banyaknya waktu yang dihabiskan untuk menggulir feed Instagram atau menonton video TikTok, kita perlu waspada terhadap dampak negatif yang dapat mengganggu kesehatan mental dan kognitif, seperti salah satunya Brain Rot.
Brain rot adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penurunan kemampuan kognitif dan kesehatan mental akibat konsumsi berlebihan konten digital yang dianggap tidak bermanfaat atau bahkan merusak.
Baca Juga: Fakta Gen Z: Survei Sebut 75 Persen Gen Z Habiskan Gajinya untuk Membeli Makan Favorit Mereka
Istilah merujuk pada penurunan kemampuan mental akibat konsumsi berlebihan konten berkualitas rendah atau konten receh di media sosial.
Penyebab Brain Rot
Konsumsi Media berlebihan dalam penggunaan media sosial secara kompulsif, menonton TV atau video secara berlebihan, dan melakukan "doom scrolling" dapat menyebabkan otak kewalahan oleh informasi yang tidak penting.
Hal itu membuat ketidakmampuan otak terlibat dalam aktivitas yang menantang secara mental, seperti membaca atau belajar keterampilan baru.
Baca Juga: Gen Z Sulit Diajak Kerja? Dr. Elvine Gunawan Beberkan Tantangan Parenting di Era Digital
Selain itu, Kecanduan terhadap perangkat digital dan interaksi online dapat mengurangi kemampuan untuk berpikir mandiri dan berinteraksi secara sosial.
Sehingga dapat membuat pikiran menjadi stres kronis dan menciptakan pola pikir negatif yang dapat memperburuk kondisi mental dan kognitif.
Gejala Brain Rot
-Kesulitan Berkonsentrasi: Sulit fokus pada tugas-tugas yang memerlukan perhatian.
-Penurunan Daya Ingat: Kesulitan mengingat informasi baru atau melakukan tugas sehari-hari.
-Perasaan Lesu: Kurangnya motivasi dan energi untuk menjalani aktivitas sehari-hari.
-Gangguan Tidur: Kualitas tidur yang buruk dan kesulitan tidur.
Dampak Brain Rot pada Kesehatan Mental
1.Depresi dan Kecemasan: Paparan terus-menerus terhadap konten negatif dapat meningkatkan risiko depresi dan kecemasan.
Baca Juga: Jajaran iPhone yang Paling Jadi Idaman Gen Z, Seri Terakhir Paling Banyak Dicari
2.Penurunan Kualitas Hidup: Brain rot dapat mengurangi kepuasan dalam pekerjaan, hobi, dan interaksi sosial.
3.Hubungan Sosial Terganggu: Kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat dapat menurun karena kurangnya keterampilan komunikasi tatap muka.

Share this article
Di era digital yang semakin mendominasi, fenomena brain rot menjadi perhatian serius, terutama di kalangan Generasi Z atau Gen Z.