AYOJAKARTA.COM -- Perjalanan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM Kuliner Indonesia yang mampu menembus pasar global menjadi bukti dukungan serius dari Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Tak hanya memberikan pembiayaan, BRI juga aktif mendampingi, membina, hingga mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar internasional.
Tiga UMKM kuliner berikut adalah contoh nyata dari komitmen ini.
Kamu yang sedang teguh sebagai pelaku UMKM dapat menjadikan kisah mereka sebagai motivasi, terutama jika kamu pun termasuk penerima bantuan permodalan atau pembinaan bisnis dari BRI.
1. Gula Aren Temon
Bermula dari produksi sederhana, Gula Aren Temon kini jadi eksportir andalan dari Pacitan. Usaha yang digagas Mega pada 2020 ini memanfaatkan potensi lokal berupa pohon aren, yang selama ini hanya dimanfaatkan untuk gula cetak tradisional.
Dengan inovasi, Gula Aren Temon mengembangkan produk seperti gula aren semut, cair, mini cube, kopi gula aren, hingga varian rasa jahe merah. Diversifikasi produk ini meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas pasar, termasuk ke Belanda, yang kini jadi tujuan utama ekspor mereka.
Perjalanan Gula Aren Temon juga memberdayakan masyarakat. Dari awalnya hanya 20 petani, kini lebih dari 150 petani lokal terlibat. BRI hadir tak hanya sebagai penyedia modal, tapi juga memberi akses pasar lewat kegiatan seperti BRI UMKM EXPORT 2025.
Meski sukses, Mega mengungkap tantangan mereka adalah regenerasi petani muda dan pelestarian pohon aren agar bahan baku tetap terjaga.
“BRI bantu kami tidak hanya dari sisi pembiayaan, tapi juga mempertemukan kami dengan pembeli luar negeri. Ini yang bikin usaha kami bisa berkembang sampai ke luar negeri,” ujar Mega, dalam keterangan resmi yang diterima ayojakarta.com dari BRI, 12 Maret 2025.
Baca Juga: Menengok Cara BRI Lahirkan Wonderkid Sepak Bola Indonesia lewat Liga Kompas Gramedia U-14
2. Papua Global Spices
UMKM satu ini membawa semangat dari Timur Indonesia ke panggung global. Papua Global Spices memproduksi rempah-rempah khas Papua dan berkat bimbingan BRI, mereka sukses tampil di berbagai pameran, termasuk di China.
Pameran-pameran itu membuka peluang baru, memperkenalkan produk mereka ke calon pembeli internasional.
“Dukungan dari BRI luar biasa. Kami bisa tampil di event besar dan memperkenalkan rempah khas Papua ke dunia,” ujar perwakilan Papua Global Spices.
BRI, lewat program seperti Klasterku Hidupku, Rumah BUMN, dan LinkUMKM, membangun ekosistem UMKM yang komprehensif. Sampai akhir 2024, lebih dari 433 ribu UMKM tergabung dalam program ini. BRI juga tergabung dalam Holding Ultra Mikro bersama Pegadaian dan PNM, yang melayani lebih dari 183 juta nasabah simpanan dan 35,9 juta debitur.
3. Abon Cap Koki
Dikenal sejak 1968, Abon Cap Koki adalah produk legendaris dari Purbalingga. Dikelola oleh Novi Kurnia Setiawati, UMKM ini menawarkan abon sapi asli tanpa bahan pengganti. Inovasi produknya terus berkembang, mulai dari abon sapi pedas, serundeng, sambal pecel, hingga kentang kering.
Produk mereka bisa dibeli langsung, lewat distributor, atau e-commerce dengan harga mulai Rp25.000. Puncaknya, Abon Cap Koki ikut BRI UMKM EXPO(RT) 2025 di ICE BSD. Event ini membuka peluang mereka masuk pasar ekspor ke Malaysia, Singapura, hingga Amerika Serikat.
“Event ini sangat membantu kami memperluas jaringan dan membuka pintu ke pasar global. Alhamdulillah, kami lolos kurasi dan bisa ikut pameran besar ini,” ujar Novi.
Baca Juga: Bangkit dari Mati Suri Pandemi, Pengusaha Barang Kulit Ini Puji Peran Besar Erick Thohir dan BRI
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menegaskan bahwa keberhasilan ini menunjukkan UMKM Kuliner Indonesia punya potensi besar bersaing di level internasional.
“Kami akan terus mendukung dari sisi permodalan hingga pembinaan, agar semakin banyak UMKM bisa naik kelas dan menembus pasar global,” ujarnya dalam pernyataan resmi BRI.
Melalui berbagai program pendampingan, pembiayaan, dan fasilitasi pasar, BRI membuktikan komitmennya untuk membawa lebih banyak UMKM lokal tampil di kancah dunia.

Share this article
Tak hanya memberikan pembiayaan, BRI juga aktif mendampingi, membina, hingga mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar internasional.