Ini Penyebab Retinol Tidak Boleh Dipakai Oleh Ibu yang Sedang Menyusui

- Selasa, 2 Agustus 2022 | 17:30 WIB
Ilustrasi , Retinol tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang dalam tahap menyusui bayi (Freepik)
Ilustrasi , Retinol tidak boleh dikonsumsi oleh ibu yang sedang dalam tahap menyusui bayi (Freepik)

AYOJAKARTA.COM - Ketika banyak perempuan yang ingin menghilangkan kerutan wajah, menghilangkan jerawat dan mempertahankan dirinya agar tetap terlihat awet muda, banyak yang mengandalkan bahan perawatan kulit yang dinamakan retinol.

Karena kandungan retinol memang cukup ampuh untuk mengatasi berbagai masalah kulit wajah.
 
Namun bahan yang terkandung pada retinol ini juga sangat kontroversial jika digunakan selama masa kehamilan dan pasca persalinan.
 
 
Dalam artikel ini kita akan membahas apakah retinol aman jika digunakan saat masa menyusui atau tidak.
 
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui verywellfamily.com, Selasa (2/8/2022), seorang dokter kulit bersertifikat di Westpost, Deanne Mraz-Robinson, M.D., mengatakan bahwa ada pendapat kontroversial tentang masalah ini.
 
Karena jumlah retinol yang akan diserap ke dalam aliran darah mungkin bisa dibilang cukup minim. Namun, apa yang dia ketemui adalah bahwa penggunaan vitamin A sintesis (Retinoid) oleh ibu yang sedang hamil dan menyusui dapat menghasilkan banyak efek terhadap sang bayi.
 
 
Oleh karena itu, dokter kulit pada umumnya tidak akan merekomendasikan penggunaan bahan retinol secara aktif saat dalam masa menyusui.
 
Apa itu retinol?
 
Jika anda pernah menyusuri toko kecantikan di toko obat kosmetik atau melihat konter perawatan kulit di mall, kemungkinan anda pernah menemukan retinol, baik dalam bentuk bahan kandungan atau berbentuk kemasan retinol yang dijual bebas.
 
 
Bahan retinol memang dikenal dengan daya tahannya yang cukup baik, namun sayangnya masih banyak yang belum begitu paham mengenai kandungan yang terdapat dalam Retinol.
 
"Retinol dan retinoid memang sering digunakan secara bergantian, tetapi ada perbedaannya", kata Dr. Mraz-Robinson
 
Retinoid termasuk kategori turunan dari vitamin A yang diubah menjadi asam retinoat yang biasanya digunakan untuk meningkatkan tingkat pergantian sel kulit.
 
 
Retinol diubah menjadi asam retinoat di dalam tubuh dengan mengikat reseptor asam retinoat yang ditemukan di kulit.
 
Ketika reseptor ini bersentuhan dengan retinol dan mengubahnya menjadi asam retinoat, mereka dapat mempengaruhi ekspresi gen dan menghasilkan perubahan signifikan pada penampilan kulit, mengobati segala hal mulai dari jerawat hingga bekas luka hingga tanda-tanda penuaan.
 
"Mereka juga mampu mengurangi perubahan warna yang tersisa setelah terjadinya jerawat, karena mereka meningkatkan pergantian sel-sel kulit, sehingga mempercepat waktu penyembuhan bekas jerawat."
 
 
Secara teori, semakin banyak takarannya, semakin mengesankan hasilnya. Kekuatan yang lebih tinggi sering menyebabkan efek samping yang lebih keras, karena bahannya bisa membuat kulit menjadi sangat kering. Ini dapat menyebabkan kulit kita terkelupas dan mati.
 
Karena alasan ini, bagi mereka yang memiliki kulit sensitif disarankan untuk menggunakan retinoid dengan kadar yang lebih rendah. Namun tetap disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan penyedia layanan kesehatan atau dokter kulit sebelum anda ingin mulai menggunakan produk retinol.
 
Mengapa penggunaan retinol pada ibu menyusui tidak boleh?
 
 
Jika anda pernah mengalami khasiat perubahan yang disebabkan setelah menggunakan retinol, anda mungkin tidak ingin berhenti menggunakannya. Tetapi seperti yang diketahui sebelumnya, pada umumnya retinol dianggap tidak aman untuk digunakan pada saat hamil dan menyusui.
 
Jadi sebaiknya simpan terlebih dahulu hingga proses kehamilan dan menyusui bayi anda selesai.
 
"Retinoid sistemik, seperti isotretinoin, merupakan bahan yang dapat menyebabkan cacat saat kelahiran, oleh karena itu kami tidak merekomendasikan penggunaan retinoid apapun selama kehamilan atau menyusui, meskipun penyerapan sistemik pada kulit terbilang minimal," kata Dr. King.
 
 
Sementara ini penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami sepenuhnya mengenai jumlah kandungan retinol yang benar-benar diserap ke dalam aliran darah.
 
Sebab, kita tahu bahwa hal itu dapat mengakibatkan efek yang fatal pada janin, jika dikonsumsi selama masa kehamilan, termasuk keguguran, dan dapat berdampak buruk pada saat perkembangan anak dimasa menyusui.

Seluruh dokter kulit menyarankan untuk menghindari bahan tersebut selama masa kehamilan dan menyusui.*** (Arif Nurrohman)

Editor: Desi Kris

Sumber: verywellfamily.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X