AYOJAKARTA.COM -- Kontroversi yang semakin memanas terjadi di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan, menyusul video viral DJ Nathalie Holscher yang tampil di sebuah klub malam dan menerima saweran hingga ratusan juta rupiah.
Selama dua hari berturut-turut, ribuan warga dan kelompok mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di jalan-jalan utama Kabupaten Sidrap, dengan tuntutan tegas agar pemerintah daerah segera menutup permanen tempat hiburan malam tersebut.
Para demonstran, yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi kemahasiswaan, membawa spanduk bertuliskan penolakan dan berteriak lantang menolak keberadaan klub malam yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai religius masyarakat Sidrap.
Rencana kunjungan mantan istri komedian Sule itu untuk mempromosikan destinasi wisata Sidrap yang difasilitasi oleh seorang anggota DPR RI menghadapi penolakan keras dari masyarakat setempat. Masyarakat menganggap kehadirannya akan semakin mencoreng citra Kabupaten Sidrap yang dikenal religius.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Arif, dalam pernyataan resminya menanggapi situasi tersebut dengan sikap tegas dan lugas.
"Sudah 2 hari ini akibat dari kegiatan yang dilakukan salah satu DJ dari Jakarta, ini tidak sesuai adab dan etika orang Sidrap, apalagi program kami setelah terpilih adalah program Sidrap religius, Sidrap berkah. Jadi sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan itu," ujar Syaharuddin.
Syaharuddin juga menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan komunikasi langsung dengan DJ Nathalie Holscher terkait kontroversi yang terjadi dan memintanya untuk menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Sidrap.
Baca Juga: Ternyata Ini Sumber Penghasilan Masyarakat Sidrap yang Viral Usai Sawer Nathalie Holscher Rp150 Juta
Nathalie Holscher pun merespons dan menyampaikan permintaan maaf untuk meredakan kemarahan warga. "Kurang lebihnya aku minta maaf, semoga diundang lagi," kata Nathalie singkat.
Syaharuddin menegaskan bahwa pemerintah daerah sangat mengapresiasi aspirasi dari berbagai ormas dan elemen masyarakat yang telah menyuarakan keberatan mereka.
Pihaknya berjanji akan menindaklanjuti masalah ini sesuai dengan ketentuan hukum dan nilai-nilai yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Sidrap.
Rencana awal untuk mengundang Nathalie Holscher ke Sidrap sebenarnya memiliki tujuan yang positif, yaitu untuk mempromosikan potensi wisata dan kuliner daerah tersebut.
"Saya butuh Nathalie Holscher bikin konten di Sidrap untuk mengangkat, mempromosikan wisatanya, makanannya, dan lain-lain. Bukan cuman sawerannya saja,' kata seorang pejabat yang diidentifikasi sebagai fasilitator kunjungan.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa maksud awal adalah murni untuk kepentingan promosi wisata Sidrap ke level nasional dengan memanfaatkan popularitas Natalie di media sosial.
Namun, rencana tersebut kini berada di persimpangan jalan setelah mendapat penolakan masif dari masyarakat.
Merespons situasi yang semakin rumit ini, Syaharuddin menyatakan komitmennya untuk mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi semua pihak.
"Kami akan mempertimbangkan kembali rencana promosi wisata dengan cara yang lebih sesuai dengan nilai-nilai masyarakat Sidrap, tanpa ada pihak yang merasa dirugikan," tambah Bupati dalam penjelasannya.
Kontroversi ini juga menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah daerah untuk lebih berhati-hati dalam memilih metode dan figur yang tepat dalam mempromosikan potensi daerah, terutama dengan mempertimbangkan sensitivitas budaya dan religius masyarakat lokal.***

Share this article
Kontroversi makin memanas menyusul video viral DJ Nathalie Holscher yang tampil di sebuah klub malam dan menerima saweran ratusan juta.