AYOJAKARTA.COM-- Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas bagi lembaga penyalur kredit perumahan, serta mendorong daur ulang aset atau asset recycle.
Direktur Bisnis SMF, Heliantopo, mengatakan bahwa ketiga strategi tersebut saling melengkapi dalam membangun ekosistem pembiayaan perumahan yang berkelanjutan. “Strategi bisnis SMF diarahkan pada tiga fokus utama. Pertama, mendukung program Pemerintah melalui penyediaan likuiditas untuk porsi 25% KPR Subsidi FLPP," katanya dalam konferensi persnya di Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.
Kedua, lanjut dia, memperkuat kapasitas lembaga penyalur kredit perumahan melalui penyediaan pembiayaan. "Ketiga, mendorong asset recycling melalui sekuritisasi, baik dengan skema true sale maupun non-true sale,” katanya.

Menurut Heliantopo, kebutuhan pembiayaan perumahan yang besar memerlukan dukungan dari berbagai sumber pendanaan dan instrumen pasar keuangan. Oleh karena itu, SMF terus memperluas kemitraan dengan perbankan dan lembaga keuangan serta mendorong pengembangan pasar pembiayaan sekunder perumahan.
“Penyediaan likuiditas jangka panjang memungkinkan lembaga keuangan untuk meningkatkan kapasitas penyaluran kredit perumahan. Sementara itu, sekuritisasi memungkinkan aset kredit perumahan diubah menjadi sumber likuiditas baru yang dapat kembali digunakan untuk membiayai kebutuhan perumahan masyarakat,” tambah Heliantopo.
Menandai perjalanan 21 tahun Perseroan, SMF berkomitmen untuk terus menjadi institusi yang adaptif, tangguh, dan konsisten dalam mewujudkan harapan masyarakat akan hunian yang layak dan terjangkau.

“Usia 21 tahun menjadi momentum bagi SMF untuk semakin memperkuat kontribusi. Kami akan terus berkolaborasi dengan Pemerintah, regulator, perbankan, pasar modal, serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem pembiayaan perumahan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” kata Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko SMF, Bonai Subiakto, mengatakan bahwa kondisi keuangan yang sehat menjadi fondasi penting bagi Perseroan untuk menjalankan mandat secara berkelanjutan.
“Pelaksanaan mandat sebagai penyedia likuiditas dan alat fiskal harus ditopang oleh struktur keuangan yang sehat, sumber pendanaan yang terdiversifikasi, serta pengelolaan risiko yang disiplin. Kami terus menjaga keseimbangan antara ekspansi penyaluran, kecukupan likuiditas, kualitas aset, dan kemampuan Perseroan dalam memenuhi seluruh kewajiban keuangan secara tepat waktu,” ujar Bonai.

Hingga Juni 2026, total aset Perseroan mencapai Rp68,29 triliun, meningkat 21,79% dibandingkan posisi Juni 2025 sebesar Rp56,07 triliun. Liabilitas Perseroan tercatat sebesar Rp40,35 triliun, meningkat 14,23% dibandingkan Juni 2025. Sementara itu, ekuitas tumbuh 34,65% dibandingkan Juni 2025 menjadi Rp27,95 triliun.
Sepanjang Semester I 2026, SMF membukukan pendapatan sebesar Rp1,70 triliun, meningkat 6,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,60 triliun. Dengan pertumbuhan pendapatan yang disertai pengendalian beban, laba bersih Perseroan meningkat 33,90% dibandingkan Juni 2025 menjadi Rp391 miliar pada Juni 2026. Kualitas aset juga tetap terjaga, tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non-performing loan net sebesar 0,00%.
Perseroan membukukan return on equity sebesar 3,18%, debt-to-equity ratio sebesar 1,75 kali, serta profit margin sebesar 22,89%. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan SMF dalam menjaga keseimbangan antara pelaksanaan mandat pembangunan dan penerapan prinsip kehati-hatian.

Kepercayaan terhadap kondisi keuangan dan peran strategis SMF juga tercermin dari peringkat kredit Perseroan. Di tengah tantangan ekonomi dan dinamika global, pada bulan April 2026 SMF berhasil mempertahankan rating internasional BBB dengan outlook stable dari S&P Global.
Dari sisi rating domestik, SMF juga berhasil menjaga rating idAAA dari Pefindo dan AAA dari Fitch Ratings. Di sisi aspek tata kelola, penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau GCG SMF memperoleh predikat “Sangat Baik” berdasarkan penilaian BPKP.
Share this article
Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas