AYOJAKARTA.COM – Tragedi taewon pada Sabtu (29/10/2022) menyebabkan korban jiwa sebanyak 155 orang bahkan dikabarkan jika korban masih bisa saja bertambah.
Berdasarkan pantauan AyoJakarta.com dari laman Twitter @dr_koko28, mengatakan jika beredar postingan korban pada tragedi Itaewon mengalami muntah dara menjadi 'ungu', kaku lantas jatuh seperti robohnya kartu domino.
Hal tersebut membuat pemilik akun twitter tersebut yaitu dr. Andi Khomeini Takdir selaku ahli kesehatan mengungkapkan jika warga Indonesia perlu adanya edukasi terkait CPR.
Menurut Andi, walaupun dirinya tidak secara langsung menangani korban pasien di Itaewon, gejala–gejala yang dialami korban mengerucut pada dua kemungkinan.
Kemungkinan pertama yaitu Emboli Paru. Dimana tanda dan gejala utamanya yaitu sesak napas, nyeri dada, dan batuk yang disertai darah.
Terdapat tanda gejala lain diantaranya irama jantung tidak teratur, pusing, keringat banyak, demam, nyeri dan atau bengkak pada tungkai bawah, dan kulit menjadi pucat/sianosis.
Faktor-faktor yang mempengaruhi Emboli yaitu obesitas atau kegemukan, asap rokok, minuman beralkohol, malas gerak, berbaring lama, riwayat diabetes, jantung, kanker stroke dan termasuk COVID-19, beserta berkendara dalam waktu lama.
Baca Juga: Leslar Entertainment Bubar dan Gulung Tikar, Satu-Persatu Karyawan Pamit Begini
Baca Juga: Dedi Mulyadi Unggah Ucapan Terima Kasih ke Anne Ratna Mustika, Netizen Singgung Soal Adab
Kemungkinan kedua adalah serangan jantung (Infark Myocard). Untuk tanda gejala pada serangan jantung ini hampir sama dengan Emboli Paru dan bisa menyebabkan muntah darah yang menjadi 'ungu' (sianosis).
Andi menuturkan jika Infark Myocard jarang sekali terjadi secara serentak.
Berbeda halnya dengan Emboli Paru yang bisa terjadi oleh ratusan karena disebabkan berdesak-desakkan, tidak bergerak, rongga dada tertekan, volume paru berkurang, dan pembuluh dara paru ikut tertekan.
“Korban segera di CPR. Tapi CPR banyak membantu pada kemungkinan ke-2 (IMA). Pada kemungkinan ke-1 (PE), CPR perlu segera dibarengi terapi trombolisis atau trombektomi,” ungkapnya pada postingan selanjutnya.
Postingan yang sudah mendapat retweet lebih dari 8.000 dan like lebih dari 36 ribu ini, dibanjiri komentar warganet yang mengaku teringat dengan postingan korban selamat dari tragedi mengerikan tersebut.
Dan ada pula warganet yang membenarkan pernyataan sang dokter jika warga masyarakat Indonesia banyak yang masih belum paham CPR sebagai bagian dari Bantuan Hidup Dasar (BHD).
Dilansir dari berbagai sumber, CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) atau Resusitasi jantung paru-paru adalah tindakan pertolongan pertama Bantuan Hidup Dasar pada orang yang mengalami henti nafas karena sebab–sebab tertentu.
CPR bertujuan untuk membuka kembali jalan napas yang menyempit dan tertutup sama sekali dengan melakukan beberapa teknik pemijatan atau penekanan pada dada.***

Share this article
dr. Andi Khomeini Takdir sebut beredar postingan korban pada tragedi Itaewon mengalami muntah dara menjadi 'ungu'.