AMERIKA, AYOJAKARTA.COM - Kabar mengejutkan datang dari Twitter. Manajemen Twitter barusaja mengumumkan Twitter dibeli oleh orang terkaya di dunia yakni Elon Musk.
Meski dinyatakan sebagai orang terkaya dunia, namun ternyata ia masih tertarik dalam mengembangkan jaringan bisnisnya.
Terbukti Elon Musk membeli Twitter seharga 44 Miliar Dollar AS atau setara dengan Rp634 triliun bertujuan untuk mengembangkan bisnisnya. Tak hanya itu saja, Elon Musk membeli Twitter sebagai bagian dari promosi kebebasan bicara.
Adapun Twitter dianggapnya merupakan tempat paling ideal dalam mempromosikan kebebasan bicara.
Baca Juga: Akibat Cuitannya di Twitter, Ferdinand Hutahaean Ditetapkan Sebagai Tersangka
Melansir dari Washingtonpost.com melalui Suara.com Rabu (27/4/2022) pertanyaan mengapa Elon Musk membeli Twitter ini mulai diutarakan oleh publik. Pasalnya, Elon sudah memiliki banyak bisnis dan selalu menjadi pusat perhatian dunia.
Jadi mengapa orang terkaya di dunia, yang sudah punya perusahaan mobil listrik Tesla dan perusahaan luar angkasa SpaceX, ingin membeli perusahaan media sosial?
Elon Musk mengatakan dirinya ingin mempromosikan kebebasan bicara di Twitter. Menurutnya, Twitter adalah tempat yang penting untuk menumpahkan berbagai sudut pandang.
Dalam cuitannya, Elon Musk menulis, "Twitter telah menjadi semacam alun-alun kota de facto, jadi sangat penting bagi orang-orang untuk memiliki realitas dan persepsi bahwa mereka dapat berbicara secara bebas dalam batas-batas hukum".
Baca Juga: Barack Obama Bagikan Judul Film Favoritnya di Twitter Pribadi
Elon berpikir Twitter harus sangat berhati-hati dengan larangan permanen. Ia pun menyarankan agar ada opis timeout yang dirasa lebih baik.
Dengan begitu, apakah Elon Musk akan membuka blokir atas mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump? Sejauh ini belum ada keterangan dari Elon soal tersebut.
Pembelian ini akan membuat Twitter menjadi sebuah perusahaan privat, bukan lagi perusahaan publik yang melantai di bursa saham AS.
Elon Musk tidak secara gamblang menyebutkan bahwa tujuannya membeli Twitter adalah untuk mengeruk keuntungan finansial.
Justru sebaliknya, dia menegaskan bahwa kesepakatan ini bukan tentang menghasilkan uang.
“Perasaan intuitif saya yang kuat adalah bahwa memiliki platform publik yang dapat dipercaya secara maksimal dan inklusif secara luas sangat penting untuk masa depan peradaban. Saya sama sekali tidak peduli dengan ekonomi ” kata Elon.
Sebelumnya, Elon Musk mengajukan penawaran melalui Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk membeli saham Twitter. Musk mengajukan penawaran harga per lembar saham 54,20 dollar AS atau sekitar Rp 750.000.
Baca Juga: Cara Mudah Download Video di Twitter Pakai HP atau Desktop
"Dewan Twitter melakukan proses yang bijaksana dan komprehensif untuk menilai pengajuan Elon Musk yang berfokus pada nilai, kepastian, dan pembiayaan," ujar Dewan Twitter, Bret Taylor.
“Transaksi yang diajukan akan memberikan premi tunai yang substansial. Kami percaya bahwa ini adalah jalan terbaik ke depan bagi pemegang saham Twitter," imbuh Taylor.

Share this article
Mengungkapkan mengenai alasan Elon Musk yang membeli Twitter selain mengembangkan bisnis juga bertujuan sebagai promosi kebebasan bicara.