TEBET, AYOJAKARTA – Sebuah dokumen publik mengungkap bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelontorkan dana sebesar 3,1 juta dollar AS ke sebuah organisasi kesehatan bernama EcoHealth Alliance. Berdasarkan dokumen yang dilaporkan Fox News, sokongan dana tersebut untuk mendukung penelitian Virus Corona (Covid-19) di Institut Virologi Wuhan, China.
Menurut laporan dari kantor berita AS, The Intercept, penelitian dengan total 3,1 juta dollar AS itu, termasuk 599 ribu dollar AS yang masuk ke Institut Virologi Wuhan. Penelitian di Wuhan yang dimaksud adalah untuk mengidentifikasi dan mengubah virus Corona pada kelelawar, yang kemungkinan menginfeksi manusia hingga berakhir menjadi pandemi seperti saat ini.
Munculnya dokumen publik itu dinilai menunjukkan, bahwa kesaksian Kepala Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS (NIAID) Anthony Fauci kepada Kongres AS merupakan kebohongan. Sebelumnya Fauci membantah adanya pendanaan serupa yang dilakukan oleh AS.
Senator AS Rand Paul kemudian meminta Departemen Kehakiman untuk meninjau lebih dalam terkait kesaksian Fauci yang dinilai berbohong kepada Kongres AS.
"Saya telah meminta Departemen Kehakiman untuk meninjau kesaksian Fauci karena berbohong kepada Kongres. Laporan ini harus memperjelas bahwa dia perlu dimintai pertanggungjawaban," kata Paul, dilansir dari livemint.com, Rabu 8 September 2021.
Selain itu, dokumen tersebut juga mengungkapkan bahwa penelitian eksperimental pada tikus rekayasa genetika dengan reseptor sel manusia dilakukan di Pusat Percobaan Hewan Universitas Wuhan, bukan di Institut Virologi Wuhan seperti yang diperkirakan sebelumnya.
Di luar penemuan baru tersebut, sebelumnya juga ada laporan anggota parlemen AS dari Partai Republik ikut menyelidiki asal-usul Covid-19 yang baru dirilis bulan lalu. Laporan itu menyimpulkan bahwa wabah pandemi berasal dari virus rekayasa genetika yang bocor dari Institut Virologi Wuhan, yang pertama kali terdeteksi pada Desember 2019.

Share this article
Sebuah dokumen publik mengungkap bahwa Pemerintah Amerika Serikat (AS) menggelontorkan dana sebesar 3,1 juta