TEBET, AYOJAKARTA –Jepang berhasil mengumpulkan rekor dari jumlah medali emas yang didapatkannya selama olimpiade berlangsung. Rekor tersebut dipecahkan ketika Jepang menjadi tuan rumah di Olimpiade Tokyo 2020 yang tertunda setahun akibat pandemi Covid-19.
Berhasil terselenggara di tahun 2021 di tengah vaksinasi Covid-19 yang sudah gencar di dunia, rupanya tetap membuat masyarakat Jepang kawatir dengan adanya event olahraga empat tahunan itu.
Saat Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung, Jepang mencatatkan adanya penyebaran Covid-19 secara eksplosif. Bahkan secara total, kasus Covid-19 di Jepang telah lebih dari 1 juta kasus sebelum Olimpiade Tokyo berakhir secara resmi pada 8 Agustus 2021 lalu.
Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga berulang kali membantah bahwa naiknya kasus Covid-19 di Jepang berhubungan dengan terselenggaranya Olimpiade Tokyo 2020.
Dia mengatakan naiknya kasus di Jepang karena adanya varian Delta yang mudah dan cepat menular. Hal ini memaksa Jepang memperluas status darurat, bahkan selama pertandingan Olimpiade Tokyo 2020 berlangsung.
Olimpiade Tokyo dan naiknya kasus Covid-19 di Jepang dinilai bisa mengancam nasib politik Suga ke depan. Sebagaimana diketahui, Suga berencana mencalonkan diri kembali sebagai perdana menteri Jepang di pemilihan umum pada musim gugur nanti.
"Pada akhirnya, Olimpiade berdampak negatif pada Suga," kata Iwao Osaka, Profesor Komunikasi Politik di Universitas Komazawa, seperti dilansir dari Japan Today, Selasa 10 Agustus 2021.
Dia menilai, jika Suga tetap maju di pemilihan tahun ini, Partai Demokrat Liberal yang merupakan partai politik di bawah komando Suga dan saat ini sedang berkuasa di Jepang, dipastikan kalah suara.
"Fakta bahwa jumlah kasus virus Covid-19 baru melonjak selama Olimpiade adalah kegagalan bagi pemerintahannya secara politis,” ujar Iwao
Iwao mengatakan, saat ini Suga berusaha menunda pemilihan umum untuk melihat situasi kasus Covid-19 di negaranya. Selain itu, Iwao juga menyoroti bahwa negaranya tertinggal dari negara-negara maju lainnya untuk program vaksinasi Covid-19.
"Semuanya bermuara pada penundaan vaksinasi. Seandainya Jepang dapat memulainya satu atau dua bulan lebih awal, segalanya akan sangat berbeda," kata Iwao.
Berdasarkan analisisnya, jumlah kasus harian Covid-19 di Jepang bertambah sesaat sebelum pertandingan dimulai pada 23 Juli 2021. Sementara itu, Suga menegaskan bahwa penambahan kasus itu tidak ada hubungannya dengan Olimpiade Tokyo 2020.

Share this article
Kasus Covid-19 Naik saat Olimpiade, Jabatan Perdana Menteri Jepang Terancam