AYOJAKARTA.COM -- Perdana Menteri Inggris Boris Johnson telah dinyatakan pulilh dari infeksi virus corona dan menjalani perawatan di unit intensif (ICU) rumah sakit St Thomas di London. Johnson nampaknya siap kembali menjalani tugas memimpin pemerintah negara pada Senin (27/4/2020) besok.
Sebelumnya, pada Jumat (24/4) lalu, Johnson sempat mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak.
AYO BACA : PM Inggris Boris Johnson Harus Dites Lagi karena COVID-19
Selain itu, Johnson juga diketahui telah mengadakan serangkaian pertemuan dengan para penasihat pemerintahan dan sejumlah menteri lainnya.
Seorang sumber mengatakan pria berusia 55 tahun itu memberi pengarahan terperinci mengenai kebijakan yang dilakukan sejauh ini dan fase selanjutnya dalam perjuangan menghadapi situasi pandemi COVID-19.
AYO BACA : Jalani Malam Kedua Perawatan Corona, Kondisi PM Inggris Stabil
Pertemuan seluruhnya dilakukan secara virtual melalui aplikasi Zoom. Meski nampaknya telah siap kembali aktif bekerja, kondisi kesehatan Johnson masih terus dipantau dan dokter yang bertugas untuknya akan memberi saran.
Johnson mengumumkan bahwa dirinya positif terinfeksi virus corona jenis baru pada 27 Maret lalu. Ia sempat menjalani perawatan di unit perawatan intensif pada 6 April lalu, setelah gejala-gejala yang dialaminya memburuk.
Saat ini Inggris mengonfirmasi ada 148.377 kasus COVID-19 dan 20.319 kematian. Negara itu telah memberlakukan lockdown guna membendung penyebaran virus corona jenis baru.
Meski demikian, Inggris menjadi negara kelima dengan jumlah kematian mencapai lebih dari 20 ribu akibat COVID-19 setelah Amerika Serikat (AS), Italia, Spanyol, dan Prancis. Angka ini diperkirakan belum termasuk kematian dalam komunitas yang lebih luas, seperti di panti jompo. Ini berarti jumlah korban sebenarnya akan lebih tinggi setidaknya beberapa ribu.

Share this article
Sebelumnya, pada Jumat (24/4) lalu, Johnson sempat mengadakan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dan Menteri Keuangan Inggris Rishi Sunak.