JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Jumlah korban tewas akibat wabah coronavirus di China telah melonjak menjadi 106, otoritas Cina dikonfirmasi pada Selasa (28/1/2020) pagi.
Jumlah total kasus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi hampir 4.500 di China. Sebagian besar dari mereka yang telah meninggal berasal dari provinsi Hubei, yang merupakan pusat penyebaran.
Komisi Kesehatan Nasional China (NHC) menyatakan, selain transmisi udara, coronavirus dapat disebarkan melalui kontak fisik. Masa inkubasi virus baru rata-rata 3-7 hari, dengan durasi terlama tidak lebih dari 14 hari.
NHC menambahkan bahwa jenis virus coronavirus 85 persen mirip dengan sindrom pernapasan akut (SARS).
"Coronavirus dapat menginfeksi anak-anak dan bayi, tetapi gejalanya relatif ringan," NHC dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Ayojakarta dari South China Morning Post.
Otoritas Kesehatan Hubei menyampaikan pada Senin (27/1/2020) kemarin, bahwa 24 orang lebih telah meninggal karena coronavirus dan 1.291 orang lebih terinfeksi di provinsi tersebut.
Di Shanghai, semprot antivirus spektrum luas yang baru dikembangkan telah digunakan di ruang gawat darurat Pusat Klinik Kesehatan Masyarakat Shanghai untuk melindungi staf medisnya.
Tetapi semprotan tersebut tidak dapat digunakan untuk perawatan pasien karena belum mendapatkan persetujuan yang diperlukan, kata Direktur Institute of Infectious Diseases, Xu Jianqing dalam sebuah wawancara dengan Thepaper.cn.
Sementara itu, Facebook telah mulai membatasi perjalanan tidak penting karyawan mereka ke China, yang berlaku sejak hari Senin kemarin. Jika pekerja harus mengunjungi negara itu, mereka perlu persetujuan khusus.
Bloomberg melaporkan, Staf Facebook yang berbasis di China, dan mereka yang baru saja kembali dari perjalanan ke negara itu, disuruh bekerja dari rumah.
Beberapa bank dan perusahaan keuangan Amerika Serik, termasuk Citigroup, telah memberi tahu staf mereka di Hong Kong untuk tinggal di rumah selama dua minggu dan memantau kesehatan diri jika bepergian ke Wuhan atau daerah sekitarnya.

Share this article
Jumlah total kasus coronavirus yang dikonfirmasi telah meningkat menjadi hampir 4.500 di China. Sebagian besar dari mereka yang telah meninggal berasal dari provinsi Hubei, yang merupakan pusat penyebaran.