AYOJAKARTA.COM - Menurut sejarah, Indonesia pernah dijajah oleh Belanda dan diperbudak sebelum akhirnya berhasil memerdekakan negaranya.
Setelah 150 tahun dari berakhirnya masa penjajahan, Belanda akhirnya menyampaikan permohonan maaf kepada negara-negara yang pernah diperbudak termasuk Indonesia.
Belanda melalui Perdana Menterinya yaitu Mark Rutte meminta maaf atas nama Belanda dan pemerintahannya.
“Hari ini saya meminta maaf atas nama Pemerintah Belanda terkait tindakan Belanda di masa lalu kepada semua orang yang telah meninggal, kepada semua orang yang diperbudak yang menderita atas tindakan itu di seluruh dunia,” kata Rutte.
Mark Rutte menyampaikan permohonan maaf dalam pidatonya di National Archives di Den Haag pada Senin (19/12/2022).
“Negara Belanda memikul tanggug jawab atas penderitaan besar yang menimpa orang-orang yang diperbudak dan keturunan mereka,” kata Rutte.
Rencananya permintaan maaf ini akan disampaikan pada 1 Juli 2023 bertepatan dengan peringatan penghapusan perbudakan oleh Belanda namun Rutte menyampaikannya sebelum peringatan tersebut.
Pemerintahan dan keturunan Belanda saat ini akan memperingati 150 tahun pembebasan dari perbudakan pada 2023 dengan nama Keti Koti atau yang memiliki arti Memutus Rantai.
Dalam permintaan maafnya tersebut Rutte mengakui bahwa perbudakan adalah kejahatan kemanusiaan.
“Kami, yang hidup di sini sekarang, hanya bisa mengakui dan mengecam perbudakan dalam istilah yang paling jelas sebagai kejahatan terjadap kemanusiaan,” ujar Rutte.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Narasi Newsroom pada Rabu (21/12/2022), tidak hanya Indonesia, Belanda juga terlibat perbudakan di wilayah lain yaitu Suriname, Curacao dan Aruba selama 277 tahun.
Pada saat itu, para budak mengalami kekerasan fisik, mental bahkan kekerasan seksual yang ekstrem.
Baca Juga: Hard Gumay Ramalkan di 2023 Ada Ombak Besar Terjang 3 Wilayah Indonesia, Mana Saja?
Ini menjadi sejarah kelam bagi negara-negara yang diperbudak.
Dari abad ke-17 hingga abad ke-19, Belanda melakukan perdagangan manusia.
Belanda telah menjual lebih dari 600 ribu orang.
Orang-orang yang diperdagangkan ini berasal dari Asia serta Afrika, termasuk juga warga Indonesia.
Awal mula adanya kolonialisme Belanda di Indonesia dimulai dari kemunculan VOC di tanah air.
Baca Juga: MasterChef Indonesia Season 10 Segera Tayang, Intip Yuk Pemenang dan Hadiahnya di Season 9 Ini!
VOC kemudian memiliki peraturan yang tidak hanya merugikan tetapi juga sadis.
Aturan ini menyebutkan bahwa pemilik budak boleh melakukan kekerasan demi mendisiplinkan para budak.
Indonesia kemudian melakukan perlawanan sengit kepada Belanda pada waktu itu yang mengakibatkan pecahnya perang di berbagai wilayah Indonesia.
Perang yang Indonesia lakukan untuk mengusir adanya perbudakan dan juga penjajahan dijalani dalam waktu yang cukup lama.
Tak hanya Belanda yang melakukan penjajahan terhadap Indonesia, tapi juga Jepang.***

Share this article
Belanda akhirnya meminta maaf pada Indonesia dan negara lain atas perbudakan yang dilakukannya 150 tahun lalu.