TEBET, AYOJAKARTA - Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas tahap II DKI Jakarta yang dijadwalkan secara tertulis dimulai pada hari ini, Senin 27 September 2021 terpaksa harus ditunda selama 4 hari ke depan.
Kepala Bagian Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan, terhitung pada 27, 28, 29, dan 30 September 2021 kebetulan sedang berlangsungnya kegiatan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) di jenjang pendidikan SMA.
"Maka, seluruh sekolah yang melaksanakan PTM terbatas ditunda dan baru dimulai kembali 1 Oktober 2021," ujar Taga saat dihubungi Ayojakarta, Senin (27/9/2021).
Alasannya, kata Taga, untuk mengurangi kerumunan para siswa maupun guru di sekolah. Hal ini karena pelaksanaan ANBK di sekolah bakal banyak anak-anak atau siswa yang datang untuk mengerjakan soal-soal asesmen di laboratorium komputer sekolah.
"Sehingga kalau diadakan PTM juga, ini akan memunculkan kerumunan banyak orang di sekolah, makanya kita bikin kebijakan PTM terbatasnya ditunda dulu," kata Taga.
Alasan kedua, lanjutnya, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI berkomitmen menyelamatkan para anak atau siswa agar jangan sampai terjadi klaster Covid-19 di sekolah. Oleh karenanya, penundaan PTM terbatas tahap 2 ini otomatis mengurangi siswa ataupun orang-orang yang hadir di sekolah.
Diketahui sebelumnya, sesuai dengan keputusan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Provinsi DKI Jakarta Nomor 984 tahun 2021 yang diteken Kadisdik DKI Jakarta, Nahdiana, pada 24 September 2021, terdapat tambahan 899 sekolah yang bakal mengikuti PTM terbatas tahap 2.
"Sama 610 yang pada awal melaksanakan PTM tahap I pada 30 Agustus lalu, jadi jumlahnya ada 1.509 sekolah yang ikut PTM terbatas," jelasnya.
Rinciannya, 899 tambahan sekolah yang mengikuti PTM terbatas tahap 2 terdiri dari 809 sekolah umum dari tingkat TK hingga SMA dan SMK, serta 90 madrasah mulai tingkat RA sampai MA.

Share this article
Dinas Pendidikan (Disdik) DKI berkomitmen menyelamatkan para anak atau siswa agar jangan sampai terjadi klaster Covid-19 di sekolah.