TEBET, AYOJAKARTA.COM – Berdasarkan data pada hari ini, Senin (7/12/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.466 kasus di DKI Jakarta. Angka ini naik dibanding Minggu lalu, yakni sebanyak 1.331 kasus.
Dari penambahan hari ini, menjadikan total positif Covid-19 di DKI secara kumulatif mencapai 145.427 kasus. Angka tersebut termasuk kumulatif kasus sembuh sebanyak 130.977 kasus serta 2.825 kasus meninggal dunia.
Sehingga, kasus aktif di DKI Jakarta saat ini tercatat sebanyak 11.625 kasus. Kasus aktif ini mengalami peningkatan dari hari sebelumnya yang masih tercatat 10 ribuan kasus aktif.
Menurut catatan dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, kasus aktif tersebut merupakan kasus yang masih menjalani perawatan. Perawatan tersebut meliputi isolasi mandiri maupun perawatan intensif di rumah sakit.
Selain itu, rekor harian Covid-19 tertinggi di DKI yang dicatat Kemenkes terjadi pada 21 November 2020 yaitu 1.579 kasus. Data statistik dari laman covid19.go.id, menyatakan bahwa DKI mulai mencatat ribuan kasus pada 30 Agustus 2020, yaitu sebanyak 1.094 kasus.
Melansir grafik covid19.go.id, rincian penambahan kasus harian Covid-19 di DKI selama tujuh hari ke belakang sebagai berikut:
1 Desember: 1.058 kasus
2 Desember: 1.166 kasus
3 Desember: 1.153 kasus
4 Desember: 1.032 kasus
5 Desember: 1.360 kasus
6 Desember: 1.331 kasus
7 Desember: 1.466 kasus
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi di DKI Jakarta kembali diperpanjang mulai 7 Desember sampai 21 Desember 2020. Kebijakan tersebut diambil Pemprov DKI Jakarta sebagai upaya antisipasi terhadap lonjakan kasus Covid-19.
PSBB Masa Transisi menuju masyarakat sehat, aman, dan produktif selama 14 hari diatur berdasarkan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 1193 Tahun 2020.
Beleid tersebut juga menegaskan apabila terjadi peningkatan kasus baru secara signifikan berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, maka perpanjangan PSBB Transisi dapat dihentikan melalui kebijakan rem darurat (emergency brake policy).
“Berdasarkan data-data epidemiologis selama penerapan PSBB Masa Transisi dua pekan terakhir, kondisi wabah COVID-19 DKI Jakarta masih terkendali,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam siaran pers Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Pemprov DKI, Minggu (6/12/2020)
Gubernur Anies juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama 9 bulan terakhir senantiasa disiplin dalam menegakkan protokol Kesehatan.
“Ke depan, kami berharap kedisiplinan itu bukan hanya dipertahankan, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk saling menasehati, saling mengingatkan untuk melindungi sesama kita,” ungkapnya.
![[ilustrasi] Update Covid-19 DKI Jakarta](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/20/1755657301714-covid2.jpg)
Share this article
Berdasarkan data pada hari ini, Senin (7/12/2020) pukul 12.00 WIB, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat penambahan harian Covid-19 sebanyak 1.466 kasus di DKI Jakarta.