TEBET, AYOJAKARTA.COM – Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, meminta seluruh jajarannya agar lebih siap dalam mengantisipasi banjir di musim penghujan. Selain itu, dia juga mengajak adanya kolaborasi dengan masyarakatnya dalam penanganan bencana.
AYO BACA : JAKARTA WASPADA BANJIR: Siang Ini, 69 RT Masih Tergenang
“Kita harus mengedepankan kolaborasi. Lurah ajak warganya bermusyawarah, meski secara virtual, yang penting diajak bicara. Sosialisasikan bahwa kita harus siap siaga. Tentukan bersama warga, siapa yang jadi orang yang bertanggungjawab atau Person In Charge (PIC), di mana saja lokasi pengungsiannya,” ujar Bayu.
AYO BACA : JAKARTA UTARA: Jelang Musim Hujan, Grebek Lumpur Libatkan 100 Personel di Cilincing
Terlebih, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), memperingatkan bahwa akan adanya fenomena La Nina di Indonesia. Dikutip dari website resmi bnpb.go.id, La Nina merupakan peristiwa di mana terjadi penurunan suhu permukaan laut di Samudera Pasifik bagian timur, yang menyebabkan peningkatan kecepatan angin pasat timur yang bertiup di sepanjang Samudera Pasifik.
Menurut Bayu, fenomena La Nina akan mempengaruhi iklim dan cuaca di Indonesia. “Kita harus lebih siap. Lokasi-lokasi genangan yang pernah terjadi tahun lalu harus dijadikan pembelajaran. Kita antisipasi lebih awal,” tutur Bayu, dilansir dari pusat.jakarta.go.id, Rabu (7/10/2020).
Imbauan tersebut dilaksanakan oleh Kepala Suku Dinas Bina Marga, Rakim Sastranegara. Dia melaporkan bahwa pihaknya sudah melakukan langkah-langkah yang diperlukan.
“Kami menambah jumlah mulut air, supaya bisa ideal dengan perhitungan catchment area. Kolaborasi juga dilakukan dengan Sudin Pertamanan dan Hutan Kota yang memangkas pohon di dekat underpass Dukuh Atas, karena daun-daunnya menyumbat kolam olakan,” tuturnya.
AYO BACA : JAKARTA TIMUR: Cegah Banjir, Ratusan Petugas Bersihkan Saluran Air di Cilangkap

Share this article
Wali Kota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara, meminta seluruh jajarannya agar lebih siap dalam mengantisipasi banjir di musim penghujan.