GAMBIR, AYOJAKARTA.COM – Ketersediaan pangan di Jakarta saat rem darurat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua dalam kondisi aman.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta, Darjamuni,mengatakan berdasarkan pantauan di pasar dan laporan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi DKI Jakarta semua komoditas tersedia di semua pasar eceran.
“Masyarakat tidak perlu panik menyikapi rencana PSBB tahap kedua, karena Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah dan akan terus menyiapkan ketersediaan pangan di Jakarta,” ujar Darjamuni dilansir beritajakarata.id, Minggu (13/9/2020).
Darjamuni merinci, ketersediaan atau stok beras di Bulog, Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) dan PT Food Station saat ini sebanyak 193.807,089 ton. Jumlah ini belum termasuk data yang ada di toko swalayan, pasar tradisional dan distributor.
AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: Pertamina Jamin Stok BBM Aman, SPBU Beroperasi 24 Jam
“Kebutuhan beras satu bulan ke depan sebanyak 85.246 ton dan saat ini bantuan sosial (Bansos) pemerintah juga masih jalan. Artinya, ketersediaan beras aman,” ucapnya.
Selain itu, ketersediaan gula pasir di Bulog, PT Food Station, dan distributor terdata sebanyak 28.061 ton. Jumlah ini belum termasuk yang ada di swalayan dan apsar tradisional.
“Kebutuhan gula sebulan ke depan 4.852 ribu ton,” katanya.
Sementara itu, stok daging sapi dan kerbau di importir, PD Dharma Jaya dan Bulog total sebanyak 9.981,655 ton, itu belum termasuk yang ada di tokok swalayan dan pasar tradisional.
“Kebutuhan daging satu bulan ke depan 6.918 ribu ton,” kata Darjamuni.
Sedangkan ketersediaan minyak goring di distributor, PT Food Station dan Bulog sebanyak 10.239,958 ton dan belum termasuk yang ada di swalayan dan pasar tradisional yang ketersediannya masih banyak.
“Kebutuhan minyak goring sebulan ke depan 8.200 ton, artinya masih aman,” ujar Darjamuni.
Stok pangan tersebutb bakal terus bertambah untuk pemenuhan kebutuhan bulan berikutnya sesuai dengan rencana bisnis para pelaku usaha pangan.
Untuk komoditas yang tidak dapat distok lama, seperti telur, bawang merah, cabai berdasarkan pantauan dan monev dengan para pelaku usaha hingga Desember 2020 masih terpenuhi untuk kebutuhan Jakarta.
Hal ini, karena daerah pemasok masih panen dan pasokan ke Jakarta tetap lancar. Pertemuan terakhir antar organisasi perangkat daerah (OPD) saat rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DKI Jakarta pangan Ibu Kota aman.
“Peran kepolisian sangat diperlukan terkait dengan pengawalan dan prioritas angkutan pangan saat PSBB diterapkan,” tutupnya.
AYO BACA : JAKARTA PSBB KETAT: 5 Wisma Atlet Disiapkan untuk Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Share this article
Ketersediaan pangan di Jakarta saat rem darurat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid kedua dalam kondisi aman.