JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua Umum Komite Pedagang Pasar (KPP) Abdul Rosyid Arsyad bersyukur kenaikan harga beberapa bahan pangan seperti gula, daging, dan bawang putih di pasar tradisional akhirnya mendapat respon dari pemerintah pusat.
“Kami berterima kasih kepada Pak Jokowi, Mendag dan Bulog yang cepat merespon adanya solusi terhadap gejolaknya harga gula dan secepatnya pemerintah pusat akan impor gula, daging dan bawang putih, demi menstabilkan harga pangan se Indonesia," ujarnya.
Ia berharap solusi percepatan impor ini membuat pedagang dan masyarakat membeli bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan stoknya mencukupi.
"Semoga langkah ini bisa menekan harga kembali stabil dan tidak melebihi ketentuan harga yang sudah di tetapkan Kementerian Perdagangan,” kata Rosyid.
Rapat koordanasi tingkat menteri memutuskan untuk mempercepat impor komoditas pangan seperti bawang putih, gula hingga daging kerbau.
Keputusan ini diambil setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kesal karena banyak proses impor yang terhambat di dalam negeri.
“Antar lembaga semuanya kita sinergikan.Jadi memang gula, bawang putih, kita percepat semuanya. Mengenai gula, stoknya akan kita tambahkan,” ujar Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto usai menghadiri rakor pangan di Kemenko Perekonomian, Jakarta, belum lama ini.
Agus menyebutkan, pemerintah akan menerbitkan izin impor bawang putih sampai 90.000 ton, dalam beberapa hari ke depan. Kemudian jumlah izin impor bawang putih sesuai dengan permohonan yang diterima kementerian melalui sistem Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RPIH).
“Bawang putih hari ini masuk. Kita lihat kita keluarkan semua berdasarkan dari RIPH yang sudah keluar kira-kira 90.000 ton,” kata Agus.
Sementara untuk impor kebutuhan gula kristal putih (GKP), lanjut Agus, pemerintah sudah mengeluarkan izin impor sebanyak 438.800 ton. Stok ini diperikirakan cukup untuk kebutuhan konsumsi hingga Mei mendatang.
“(Impor) ya beberapa yang terkait dengan daging kerbau. Daging kerbau baru 100.000 ton ke Bulog,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pengembangan Bisnis dan Industri Perum Bulog, Bachtiar menerangkan, penugasan importasi 100.000 ton daging kerbau diberikan untuk alokasi satu tahun.
Bulog juga mendapatkan penugasan impor daging kerbau sebanyak 25 ribu ton dari India sebagai persiapan Idul Fitri pada tahun ini. Kerbau tersebut diperkirakan masuk ke Indonesia pada April mendatang.

Share this article
Ia berharap solusi percepatan impor ini membuat pedagang dan masyarakat membeli bahan-bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau dan stoknya mencukupi.