JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Tak dapat disangkal, Gerakan 212 memang identik dengan massa pendukung Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.
Terbukti oleh hasil survei terbaru yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) pimpinan Rico Marbun. Dalam surveinya, terdapat kesimpulan bahwa massa Gerakan 212 lebih cenderung memilih Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, jika mantan Mendikbud itu memutuskan maju dalam Pilpres 2024.
Gerakan 212 atau Aksi 212 lahir dari Aksi Bela Islam III yang terjadi pada 2 Desember 2016 di Jakarta. Saat itu, ribuan orang berdemonstrasi di kawasan Monas untuk menuntut penegakan hukum tegas atas Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) saat itu, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Ahok kala itu telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama akibat pidatonya di Kepulauan Seribu.
Ada 1.200 responden dalam survei Median, bermetode multistage random sampling. Margin of error survei sebesar 2,8 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebanyak 28,8 persen responden survei mengaku menyukai Gerakan 212. Kemudian 20,7 persen responden tidak menyukai gerakan tersebut. Sementara 50,6 persen memilih tidak menjawab pertanyaan perihal Gerakan 212.
Kebanyakan responden yang menyukai Gerakan 212 mendukung Anies Baswedan untuk maju Pilpres 2024. Anies mendapatkan 27,4 persen suara responden penyuka Gerakan 212. Jumlah itu mengalahkan Prabowo Subianto yang sebesar 25,5 persen dan Sandiaga Uno 10 persen.
Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, menuturkan, Anies Baswedan menjadi populer di Gerakan 212 karena mempunyai citra diri religius dan dekat dengan ulama. Maka tak heran jika mayoritas massa Gerakan 212 yang notabene agamis menyukai Anies.
"Bisa kita lihat bahwa mayoritas orang yang suka Gerakan 212 itu memilihnya tiga orang, yakni Prabowo, Anies, dan Sandi. Nah sebagian besar yang suka 212 pilihannya itu justru ke Anies Baswedan," kata Rico di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/2/2020).
Dari survei yang sama, kebanyakan responden yang tidak suka dengan Gerakan 212 menjatuhkan pilihannya kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
"Sementara yang tidak suka Gerakan 212 mayoritas memilih calon-calon dari koalisinya Pak Jokowi. Ada Ganjar dengan 16,4 persen, dan Ridwan kamil 9,7, persen," ujarnya.

Share this article
Sebanyak 28,8 persen responden survei mengaku menyukai Gerakan 212. Kemudian 20,7 persen responden tidak menyukai gerakan tersebut. Sementara 50,6 persen memilih tidak menjawab pertanyaan perihal Gerakan 212.