JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kementerian Sosial mencatat data sementara jumlah korban meninggal akibat bencana banjir di wilayah Jabodetabek mencapai 26 orang.
Korban meninggal paling banyak berlokasi di Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 11 orang. Sisanya sebanyak tiga orang di Kabupaten Bekasi, Kota Depok tiga orang, dan DKI Jakarta sembilan orang (proses konfirm).
Selain itu Kemensos juga menyebut total 31.232 jiwa mengungsi.
Kemensos juga sudah mengirimkan bantuan kebutuhan dasar bagi warga terdampak banjir di DKI Jakarta dan Kabupaten Bandung Barat, serta wilayah berpotensi banjir di Provinsi Banten.
Untuk membantu evakuasi warga, Kemensos menyiagakan personel Tagana termasuk mengaktifkan dapur umum lapangan.
Berikut ini daftar korban meninggal terdampak banjir di wilayah Jakarta dan sekitarnya berdasarkan rilis Kemensos yang diterima Ayojakarta, Kamis (2/1/2020):
1.. Siti Hawa (72) dan Willi Surahman, Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (hipotermia)
2. Willi Surahman (54), Kelurahan Cipinang Melayu, Jakarta Timur (hipotermia)
3. Arfiqo Alif (16) Warga Kemayoran, Jakarta Pusat (kesetrum listrik)
4. Susanti, Duren Sawit, Jakarta Timur
5. Agus (19) Duren Sawit, Jakarta Timur
6. Yuda Irawan (29), Inspeksi Kali Grogol, RT 01/RW03 Kel. Palmerah, Kec. Palmerah Barat, Jakarta Barat
7. Sutarmi (73) Kelurahan Batu Ampar, Kramat Jati, Jakarta Timur
8. Rumsinah (68) Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kel Pangkalan Jati Baru, Kec. Cinere, Depok (tertimbun tanah longsor)
9. Nizam Syahputra (8), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kel Pangkalan Jati Baru, Kec. Cinere, Depok (tertimbun tanah longsor)
10. Amelia Susanti (27), Jalan Al Barokah RT 07, RW 01, Kel Pangkalan Jati Baru, Kec. Cinere, Depok (tertimbun tanah longsor)
11. Andika Pradita (14), Jalan Lumbu Timur Raya, Kel Bojong Rawalumbu, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jabar.
12.Cahyono (41), Perumahan Duta Kranji, Kec. Bekasi Barat, Kota Bekasi
13. Iyum (35), Kampung Pilar, RT 001/005 Desa Serang, Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi
14. Ibu Kusmiyati (30), Tanah Sereal, Kota Bogor (tertimbun tanah longsor).
15. Asti (45), Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
16.M Hudri (24), Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
17. Carli (5) Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
18. Rumsah (60), Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
19. Amri (60), Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
20. Cicih (10) Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
21.Saroh (25) Kampung Sinar Harapan, Desa Harkat Jaya, Kec. Sukajaya, Bogor (terseret arus banjir)
22. Idrus (50) Kampung Cibeureum, Desa Curugbitung, Kec. Nanggung, Bogor (terseret arus banjir)
23.Nurjen (47) ThnKampung Cibeureum, Desa Curugbitung, Kec. Nanggung, Bogor (terseret arus banjir)
24.Hilman (15) Kampung Parung Sapi, Desa Kalong Sawah, Kec. Jasinga, Bogor
25.Jamila (55) Jl. Garuda, RT 02/RW 06 Kel. Batujaya, Kec. Batu Ceper, Tangerang
26.Teguh Taufik (36) Perum Ciputat Baru, Jl. Glatik No.12, Kel. Sawah, Kec. Ciputat, Tangerang Selatan
Sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Peter Batubara saat meninjau lokasi banjir Kampung Pulo, Jatinegara Barat, Jakarta Timur, Kamis siang, mengatakan, masing-masing ahli waris korban meninggal itu akan diberikan santunan sebesar Rp 15 juta.
"Kita harapkan jumlah korban tidak bertambah, mudah-mudahan banjir surut sehingga tidak ada korban jiwa lagi," kata Juliari.

Share this article
Korban meninggal paling banyak berlokasi di Kabupaten Bogor, yaitu sebanyak 11 orang. Sisanya sebanyak tiga orang di Kabupaten Bekasi, Kota Depok tiga orang, dan DKI Jakarta sembilan orang (proses konfirm). Selain itu Kemensos juga menyebut total 31.232 jiwa mengungsi.