JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Koalisi Pejalan Kaki, komunitas yang gigih memperjuangkan hak para pejalan kaki terhadap trotoar, merencanakan menggelar aksi simpatik pada sore nanti.
Aksi yang dinamakan Tamasya Trotoar Kita itu bertema "Mengingatkan Kembali Fungsi Trotoar: Lupa Membangun Kultur, Saat Membangun Infrastruktur".
AYO BACA : Koalisi Pejalan Kaki Minta Pemprov DKI Konsisten Tata PKL di CFD
"Revitalisasi trotoar yang masif di Jakarta, belum diikuti oleh kultur masyarakat maupun aparat yang menegakkan hukum. Masih banyak trotoar yang belum selesai pembangunannya, namun sudah diokupansi oleh kepentingan yang bukan semestinya," demikian isi undangan aksi yang disebarkan Koalisi Pejalan Kaki lewat media sosial resmi mereka.
Aksi Tamasya Trotoar Kita akan dilaksanakan pada pukul 15.00-16.00 WIB nanti dengan titik kumpul di Trotoar Bioskop Megaria, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
AYO BACA : PKL di Trotoar Taman Cut Mutiah: Ada yang Sudah 20 Tahun, Diurus Yayasan atau Bayar ke Lurah
"Bagi kawan-kawan yang berminat hadir, jangan lupa membawa payung atau jas hujan untuk antisipasi hujan, serta membawa botol minum reusable masing-masing untuk mengurangi sampah plastik," begitu imbauan yang tertera dalam seruan aksi.
Sejak Pemprov DKI Jakarta menggencarkan pembangunan dan revitalisasi trotoar di sejumlah titik, Koalisi Pejalan Kaki tajam menyorot lemahnya penegakan hukum terhadap perampas hak bagi pejalan kaki di trotoar Jakarta.
Dari audit sosial yang dilakukan Koalisi terhadap proses revitalisasi trotoar di sejumlah lokasi di Jakarta, ditemukan masih banyak trotoar yang belum 'ramah' bagi penggunanya.
Kriteria trotoar ramah pejalan kaki itu antara lain bebas dari pedagang kaki lima, parkir kendaraan liar, pangkalan ojek bayangan, dan harus aman bagi penyandang disabilitas.
AYO BACA : Klaim Gubernur Anies, Manfaat Revitalisasi Trotoar Sudah Dirasakan Masyarakat

Share this article
Dari audit sosial yang dilakukan Koalisi terhadap proses revitalisasi trotoar di sejumlah lokasi di Jakarta, ditemukan masih banyak trotoar yang belum 'ramah' bagi penggunanya.