JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Warga mengeluhkan semrawutnya pemasangan jaringan kabel bawah tanah di trotoar Jalan Raden Saleh Raya menuju Jalan Cikini Raya.
Kesemrawutan berakibat tertutupnya sebagian jalur trotoar sehingga mengganggu aktivitas pejalan kaki.
Hingga Senin (4/11/2019), jalur trotoar tertutupi oleh beton-beton seharusnya menjadi pembatas antara badan jalan raya dengan jalur pejalan kaki. Bahkan beton-beton itu memasuki badan jalan raya sehingga pengemudi kendaraan bermotor harus berhati-hati ketika akan berbelok di jalan itu.
''Kalau dibilang ganggu ya ganggu banget. Seharusnya kita bisa jalan di situ tapi malah ke pinggir dulu ke jalan raya, kan bahaya,'' kata pejalan kaki Yuli Fitri.
Yuli mengharapkan pemerintah atau pihak yang mengerjakan proyek jaringan kabel bawah tanah menyediakan jalur sementara sehingga pejalan kaki merasa aman saat melintasi jalan itu.
Senada, pejalan kaki lainnya Arif menyatakan keberatan dengan lahan trotoar yang ditutup akibat pemasangan kabel jaringan utilitas bawah tanah yang semrawut.
''Ya itu susah saya jalannya. Coba lihat pejalan kaki harus hati-hati sendiri karena takut kesenggol motor,'' beber Arif.
Arif mengharapkan proyek pemasangan kabel bawah tanah dikebut pemerintah. Pemerintah DKI harus segera mengembalikan fungsi awal trotoar yang tertutup proyek itu.
Meski ada garis polisi yang melintang namun garis tersebut hanya sepanjang satu meter dan tidak menandai keseluruhan proyek penanaman jaringan kabel bawah tanah.
Jalur sementara untuk pejalan kaki pun tidak dibuat secara khusus oleh kontraktor pembuat saluran jaringan kabel bawah tanah itu.

Share this article
Warga mengeluhkan semrawutnya pemasangan jaringan kabel bawah tanah di trotoar Jalan Raden Saleh Raya menuju Jalan Cikini Raya.