JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- PT Transportasi Jakarta telah mengoperasikan sebanyak 21 unit bus tambahan dari 59 unit yang direncanakan untuk mengantisipasi peningkatan penumpang akibat kebijakan perluasan ganjil genap.
Kepala Divisi Sekretaris Korporasi dan Humas Transjakarta Nadia Diposanjoyo mengatakan, armada tambahan dari jenis articulated bus atau bus gandeng untuk melayani rute BRT dan Non BRT.
''Tambahan bus saat ini adalah jenis bus gandeng yang beroperasi di koridor satu (Blok M-Kota), koridor tiga (Kalideres-Pasar Baru), koridor 10 (PGC-Tanjung Priok), dan 7C (Cibubur-UKI),'' jelasnya, Senin (14/10/2019).
Nadia mengatakan, penambahan armada diharapkan bisa menampung peningkatan kapasitas angkut pelanggan Transjakarta pada setiap ruas rute, baik itu koridor maupun non koridor.
Selain itu, tambahan 38 unit sisanya segera menyusul di jalan raya untuk memastikan kenyamanan pelanggan pada saat peak dan rush hour dalam waktu dekat.
''Kami ingin pelanggan nyaman terlayani dalam bus. Upaya penambahan armada ini diharapkan bisa memberikan jalan keluar pada saat rush dan peak hour,'' demikian Nadia.

Share this article
Transjakarta telah mengoperasikan sebanyak 21 unit bus tambahan dari 59 unit yang direncanakan untuk mengantisipasi peningkatan penumpang akibat perluasan ganjil genap