JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Lima terdakwa kasus kerusuhan 21-22 Mei yang membawa ambulans milik Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Tasikmalaya menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.
Agenda sidang pembacaan dakwaan digelar dua kali secara terpisah. Hal ini lantaran domisili para terdakwa yang berbeda. Tiga orang berasal dari Tasikmalaya, Jawa Barat sedangkan dua orang lainnya berasal dari Riau.
"Sidangnya terpisah karena para terdakwa berasal dari dua daerah yang berbeda. Sehingga persidangan dijalani secara terpisah oleh terdakwa dari masing- masing domisili," kata Jaksa Penuntut Umum Tolhas Hutalagalung di Jakarta, Senin (16/9/2019).
Sidang pertama dilakukan pada pukul 15.00 WIB dengan tiga terdakwa yang berasal dari Tasikmalaya. Sedangkan sidang kedua dilakukan pada pukul 17.30 WIB dengan dua terdakwa yang berasal dari Riau.
Tiga terdakwa bernama Yayan Hendrayana, Iskandar Hamid, dan Obby Nugraha berasal dari daerah Tasikmalaya, Jawa Barat yang merupakan anggota Gerindra Tasikmalaya.
Sedangkan dua orang lainnya Surya Gemala Cibro dan Hendrik Syamrosa berasal dari daerah Riau dan merupakan anggota FPI (Front Pembela Islam).
Meski sidang dilakukan secara terpisah, kelima terdakwa mendapatkan ancaman hukuman yang sama dengan tiga alternatif dakwaan yaitu alternatif pertama pasal 170 ayat 1 jo pasal 53 ayat 1 KUHP, alternatif kedua pasal 212 jo pasal 214 ayat 1 KUHP, dan alternatif ketiga 218 KUHP.
Para terdakwa tidak mengajukan keberatan atau eksepsi dalam persidangan perdana pembacaan dakwaan itu.
Sebelumnya, pada saat kericuhan yang berlangsung di tanggal 22 Mei 2019, Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil ambulan dengan stiker Partai Gerindra dengan plat B 9686 PCF.
Mobil ambulans tersebut diamankan karena membawa bongkahan batu yang diduga merupakan sisa batu untuk melempari polisi yang bertugas mengamankan Gedung Bawaslu saat kericuhan berlangsung.

Share this article
Agenda sidang pembacaan dakwaan digelar dua kali secara terpisah. Hal ini lantaran domisili para terdakwa yang berbeda.