JAKARTASELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor ganjil genap atau gage diyakini mampu meningkatkan efektifitas mobilitas warga Jakarta.
Hal itu terbukti dengan dilakukannya perluasan kawasan gage di 25 ruas jalan sejak Senin lalu (9/9/2019).
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Priyanto menyampaikan alasan kuat mengapa gage diyakini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat lebih efektif.
"Dari kebijakan ini kami berharap itu adanya efektifitas daripada penggunaan ruang jalan," katanya saat berbincang dengan Ayojakarta usai diskusi membahas perluasan sistem gage di JSC Hive, Kuningan, Rabu malam (11/9/2019).
Sebagai contoh, kata Priyanto, ruang jalan dengan selebar 2 meter persegi yang bisa muat satu kendaraan, lalu diisi oleh satu atau dua orang penumpang. Maka jika dikalikan dengan kendaraan yang dimensinya lebih besar seperti bus atau kereta Mass Rapid Transit yang notabene bisa mengangkut lebih banyak orang.
"Nah itu harapan kita adanya shifting (peralihan)," bebernya.
AYO BACA : Waze Country Manager Indonesia: Kami Informasikan kepada Global Betapa Pentingnya Ganjil-Genap
Kebijakan tersebut juga sesuai amanat Perda DKI Jakarta Nomor 1/2012 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah. Di mana 60 persen penumpang atau pengguna angkutan ke depan bisa membiasakan menggunakan angkutan umum dengan sisanya kendaraan pribadi dan lain-lain. Sementara itu, dari segi lalu lintas, diharapkan juga bisa optimalisasi atau efisiensi terhadap penggunaan ruang jalan kawasan.
"Ya bayangin saja satu kali dua atau dua kali meter persegi hanya diisi oleh dua (kendaraan). Berarti kalau kita bagi satu orang itu satu meter persegi, nah kalau dia menggunakan angkutan yang lebih besar itu berarti bisa 0,4 persegi, di situlah terjadi efisiensi," jelas Priyanto.
Tidak hanya itu, kebijakan gage juga mendorong Key Performance Indicator (KPI) personal warga Jakarta dalam berkendara yaitu dari segi kecepatan.
"Kita punya 41 koridor di DKI Jakarta, dari 41 itu termasuk beberapa ruas itu ada di perluasan ganjil genap. Nah dari pantauan kami KPI juga meningkat, artinya otomatis KPI kita tercapai, kita ada KPI jangan salah," sambungnya.
KPI dalam sego kecepatan juga menjadi bagian target pemerintah, dimana tahun 2022 mampu menempuh jarak 30 kilometer per jam yang sebelumnya dari evaluasi gage bisa mencapai 25-27 kilometer per jam. Bahkan sebelum adanya kebijakan gage kecepatannya di bawah 20 kilometer per jam.
"Berarti KPI kita itu memberikan dampak yang positif, jadi signifikanlah sehingga mobilitasnya lebih cepat," Nah mudah-mudahan kita tidak terlalu optimis banget, kita berharap dalam perjalanan pergerakan-pergerakan itu KPI kita bisa tercapai," demikian Priyanto.

Share this article
Kebijakan pembatasan kendaraan bermotor atau gage diyakini mampu meningkatkan efektifitas mobilitas warga Jakarta.