JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Sejumlah pasar yang ada di bawah Area 01 Jakarta Pusat menghasilkan rata-rata sekitar 1.219 meter kubik atau sekitar 430,4 ton sampah per bulan yang sebagian besar merupakan sampah organik atau sampah basah.
Asisten Manajer Usaha dan Operasi Area 01 PD Pasar Jaya Syaiful di Jakarta, Kamis, menjelaskan volume angkutan sampah paling banyak berasal dari Pasar Senen Blok III dan Blok VI, Pasar Lontar Melati dan Pasar Petojo Ilir.
Pasar lain yang ada di bawah area 01 yakni Pasar Gandaria, Bendungan Hilir dan Pasar Gondangdia.
Sebagian besar sampah dari pasar itu, kata dia, merupakan sampah organik atau sampah basah dan sebagian lainnya sampah kering berupa botol plastik dan kardus.
AYO BACA : 20 Juta Ton Sampah di Jakarta Akan Diubah Jadi Energi
Untuk mengurangi volume sampah yang diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang, Syaiful mengatakan sampah tersebut terlebih dahulu dipilah antara sampah organik dan nonorganik.
Sampah nonorganik yang punya nilai ekonomi seperti botol plastik dan kardus dikumpulkan petugas di masing-masing tempat pembuangan sampah sementara.
Volume sampah yang dihasilkan pasar di area 01 Jakarta Pusat itu hanya sebagian kecil dari total jumlah sampah yang dihasilkan per hari dari total 153 pasar di bawah PD Pasar Jaya mencapai 561 ton tahun 2018.
Pemilahan sampah diharapkan dapat berkontribusi mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPST Bantargebang mengingat TPST tersebut diperkirakan akan mengalami kapasitas berlebih tahun 2021.
AYO BACA : Komunikasi Pemangku Kepentingan Jadi Kunci Penyelesaian Sampah Jakarta
Untuk itu, sejumlah langkah dilakukan Pemprov DKI Jakarta salah satunya membangun fasilitas pengelolaan sampah "Intermediate Treatment Facility" (ITF) di Sunter, Jakarta Utara.
Peletakan batu pertama sudah dilakukan pada Desember 2018 dengan kapasitas sekitar 2.000 ton dari total sampah DKI Jakarta per hari mencapai 7.000-8.000 ton.
Keberadaan ITF Sunter itu diharapkan akan mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang selama ini menampung seluruh sampah dari Jakarta.
Proyek yang dikerjakan PT Jakarta Propertindo itu bekerja sama dengan perusahaan asal Finlandia, Fortum Power yang ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan.
Sementara itu, Kepala Unit Pengelolaan Sampah Terpadu Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto di Jakarta, Rabu, mengatakan ITF Sunter, Pemprov DKI juga berencana membangun tiga ITF lagi yang berada di Cakung Cilincing, Cengkareng, dan Marunda.
Asep menambahkan pembangunan tiga ITF tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan sampah yang ada DKI Jakarta.
AYO BACA : Pasar di DKI Sudah Pilah Sampah Sebelum Diangkut ke Bantargebang

Share this article
Sejumlah pasar yang ada di bawah Area 01 Jakarta Pusat menghasilkan rata-rata sekitar 1.219 meter kubik atau sekitar 430,4 ton sampah per bulan yang sebagian besar merupakan sampah organik atau sampah basah.