TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Warung Tegal atau kerap disebut warteg kini menjadi suatu ladang bisnis tersendiri. Hal ini terbukti dari banyaknya pengusaha-pengusaha sukses yang terlahir dari usahanya mengandalkan warteg.
Salah satu bisnis warteg yang kian menjanjikan adalah Franchise WKB (Warteg Kharisma Bahari). WKB kini sudah banyak membuka cabangnya di berbagai area Jabodetabek, bahkan sekarang merambah ke luar area seperti Kota Bandung.
Terdapat seseorang dibalik kesuksesan WKB yang saat ini sudah mempunyai 197 cabang warung. Dia adalah Sayudi. Sayudi berhasil membangun kerajaan Warteg Kharisma Bahari. Banyak nama Warteg terkenal yang berada dalam Bahari Group, seperti Warteg Subsidi Bahari dan Warteg Mamoka.
Pada satu kesempatan, Ayojakarta berhasil mengunjungi dan menemui salah satu cabang WKB di daerah Tebet, Jakarta Selatan. Muhammad Rizky adalah pengelola sekaligus penanggungjawab Warteg Kharisma Bahari cabang Tebet.
Rizky menjelaskan jika WKB memberlakukan sistem kemitraan dengan investor. Beberapa cabang memang dimiliki oleh Sayudi, namun beberapa cabang dikelola oleh mitranya atau investor.
AYO BACA : Yuk Cobain Pasta & Fried Chicken Korea Ala Ayuya Bakedgoods & Cakery
“Saya daftar sebagai pengelola. Saya ditempatin di Tebet sama Pak Sayudi. Saya lalu dipertemukan dengan yang beli franchise ini,” kata Rizky ketika ditemui di warungnya oleh Ayojakarta beberapa waktu lalu.
Dia menuturkan, segala macam informasi mengenai warung yang dikelolanya itu akan dilaporkan dengan investornya, bukan kepada Sayudi. Hanya saja, Rizky akan melaporkan ke Sayudi jika memang warungnya itu mengalami kejadian yang tidak diinginkan.
Rizky juga sempat bercerita jika seluruh pengelola WKB mempunyai paguyubannya sendiri. Hal ini berguna bagi mereka sebagai wadah untuk saling bertukar informasi dan saling memberikan saran terhadap perkembangan warung cabang mereka.
“Misal salah satu dari kita ada yang butuh dipromosiin. Kita kan bisa saling sharing. Itu ada grupnya juga,” jelasnya.
Dia menuturkan jika cabang WKB di Tebet ini baru berdiri hampir setahun. Kendati baru berdiri setahun, namun berbagai pengalaman suka dan duka sudah dirasakan oleh Rizky sebagai pengelola.
AYO BACA : 5 Masakan Daging Kambing Nusantara Selain Satai dan Gulai
Salah satunya yaitu warungnya pernah menjadi korban dari amukan massa akibat tawuran antarpelajar.
Untuk soal harga makanan yang disajikan, Rizky mengaku jika harga yang dia tawarkan tidak jauh berbeda dengan warteg-warteg pada umumnya atau bisa dibilang relatif.
Kendati WKB merupakan warteg dengan kesan ‘mewah’ namun dia tetap mempunyai harga minimum dan maksimum, terlebih jika dilihat dari faktor lingkungan.
“Kita namanya orang jualan juga harus tahu harga pasaran. Makanya itu tadi kita punya paguyuban, biar jadi belajar juga,” ujar Rizky.
Rizky mempunyai cara tersendiri agar warungnya tetap ramai dan disukai oleh pengunjung dari semua kalangan. Salah satunya dengan mengadakan promo yang dikhususkan untuk pengemudi ojek online (ojol).
“Setiap makan disini, pengemudi ojol saya gratisin es teh manis atau es teh tawar. Itu setiap hari,” ungkapnya.
AYO BACA : KULINER JAKARTA: Soto Mangkuto, Soto Padang Terenak Se-Asia Pasifik
.jpg)
Share this article
Warung Tegal atau kerap disebut warteg kini menjadi suatu ladang bisnis tersendiri. Hal ini terbukti dari banyaknya pengusaha-pengusaha sukses yang terlahir dari usahanya mengandalkan warteg.