Pemudik Asal Tegal Lolos Masuk Jakarta Tanpa SIKM, Kini Dikarantina

ilustrasi mudik/ antara
DUREN TIGA, AYOJAKARTA.COM - Lurah Duren Tiga, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Muhammad Mursid mengatakan, ada 28 orang di kelurahannya berhasil masuk DKI Jakarta tanpa Surat Izin Keluar Masuk (SIKM). Kini warga asal Tegal Jawa Tengah tersebut harus menjalani masa karantina 14 hari.
Para pemudik yang kedapatan kembali dari kampung halaman tersebut tersebar di sejumlah RW di Kelurahan Duren Tiga, salah satunya RW 05.
"Mereka isolasi mandiri selama 14 hari di masing-masing rumahnya," kata Mursid, Selasa (2/6/2020).
Ketua RT 04/ RW 05 Kelurahan Duren Tiga, Wahyu Setiawan menyebutkan, mereka yang menjalani masa karantina merupakan warga yang kesehariannya bekerja sebagai buruh lepas.
Selama menjalani karantina, warga tersebut akan dipantau kegiatannya oleh dokter dari Puskesmas kelurahan. Setelah menjalani karantina, warga tersebut akan diperiksa kesehatannya.
Wahyu menambahkan, selama menjalani karantina, warga akan mendapat suplai makanan dari para tetangga termasuk dari ketua Rukun Tetangga (RT).
"Mereka juga bilang tidak bisa jualan, sedangkan kontrakan harus bayar. Pas saya kasih solusi makan ditanggung, mereka senang sekali," kata Wahyu.
Diketahui, warga tersebut kembali mudik dari kampung halamannya di Tegal, Brebes dan Pemalang. Mereka masuk ke Jakarta tanpa mengantongi SIKM dan lolos di pos pemeriksaan.
"Cerita mereka bisa lolos macam-macam, ada yang mengaku punya surat kesehatan dari Puskesmas asalnya," kata Wahyu.
Selain itu beberapa warga mengaku sudah menjalani karantina di kampung halamannya serta menjalani tes cepat deteksi Covid-19.
"Mereka mengaku sudah dikarantina di kampung halaman dan ditempatkan di balai desa," kata Wahyu.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
"Cerita mereka bisa lolos macam-macam, ada yang mengaku punya surat kesehatan dari Puskesmas asalnya," kata Wahyu.