AYO BACA : Hoax, Mal Kokas Dikabarkan LockdownAYO BACA : Berawal Dari Media Sosial, Pelajar SMP Tawuran Hingga Memakan Korban
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pasca diumumkannya kasus corona masuk di Indonesia dan berlokasi di Depok, Pemprov DKI Jakarta memeriksa 78 orang. Mereka diperiksa dan diselidiki apa saja yang dilakukan pada 14 hari sebelumnya, sesuai masa inkubasi yang diterapkan.
"Jadi tim kami harus turun mencari data kontak (interaksi pasien). Ternyata banyak sekali, mulai klinik yang didatagi beliau, rumah sakit, dari mulai dokter yang rawat jalan, rawat inap dan sebagainya," ujar Widyastuti dalam video rapat yang diunggah di kanal Youtube itu sperti dikutip suara.com, Jumat (13/3/2020).
Selanjutnya, tim kesehatan dari Dinkes mendata siapa saja yang menjalin interaksi dengan pasien itu positif corona 01. Mereka diperiksa dan ditindak sesuai aturan Orang dalam Pemantauan (ODP) dan (Pasien dalam Pengawasan).
"Kemudian kita ke 14 hari sebelumnya, siapa-siapa saja yang beliau temuin. Kita sudah lakukan itu dengan prinsip ODP dan PDP tadi. Mulai isolasi diri, pengambilan swep dan sebagainya," jelasnya.
Total yang diperiksa, kata Widyastuti, mencapai 78 orang untuk satu pasien positif. Dengan demikian, karena jumlah pasien positif sudah bertambah jauh lebih banyak, kemungkinan interaksi serupa juga bisa terjadi pada kasus pasien lainnya.
"Dari satu kasus positif, ada 78 di sekitarnya yang harus kita swep dan kita kelola. Dari satu kasus positif," pungkasnya.
AYO BACA : Cara Virus Corona Berkembang Biak di Tubuh
Share this article
JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pasca diumumkannya kasus corona masuk di Indonesia dan berlokasi di Depok, Pemprov DKI Jakarta memeriksa 78 orang. Mereka diperiksa dan diselidiki apa saja yang dilakukan pada 14 hari sebelumnya, sesuai masa inkubasi yang diterapkan. "Jadi tim kami harus turun mencari data kontak (interaksi pasien). Ternyata banyak sekali, mulai klinik yang didatagi beliau, rumah sakit, dari mulai dokter yang rawat jalan, rawat inap dan sebagainya," ujar Widyastuti dalam video rapat yang diunggah di kanal Youtube itu sperti dikutip suara.com, Jumat (13/3/2020). Selanjutnya, tim kesehatan dari Dinkes mendata siapa saja yang menjalin interaksi dengan pasien itu positif corona 01. Mereka diperiksa dan ditindak sesuai aturan Orang dalam Pemantauan (ODP) dan (Pasien dalam Pengawasan). "Kemudian kita ke 14 hari sebelumnya, siapa-siapa saja yang beliau temuin. Kita sudah lakukan itu dengan prinsip ODP dan PDP tadi. Mulai isolasi diri, pengambilan swep dan sebagainya," jelasnya. Total yang diperiksa, kata Widyastuti, mencapai 78 orang untuk satu pasien positif. Dengan demikian, karena jumlah pasien positif sudah bertambah jauh lebih banyak, kemungkinan interaksi serupa juga bisa terjadi pada kasus pasien lainnya. "Dari satu kasus positif, ada 78 di sekitarnya yang harus kita swep dan kita kelola. Dari satu kasus positif," pungkasnya.