JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta seluruh SKPD, Wali Kota, Camat dan Lurah se-DKI menyamakan langkah dalam penanganan wabah COVID-19.
Hal ini terkait kondisi Jakarta yang sudah menjadi tempat sebaran COVID-19 terbesar di Indonesia.
Anies khususnya menginstruksikan Wali Kota, Lurah, dan Camat, agar mereka melakukan sosialisasi kepada warga di wilayah masing-masing tentang pencegahan penyebaran wabah COVID-19.
"Kita perlu menyamakan langkah, tindakan, agar kita bisa bergerak dengan baik dan benar. Ada 267 Lurah, 44 Camat dan 6 Wali Kota dan Bupati. Intinya adalah perkembangan penularan COVID-19 Jakarta menunjukkan tren yang amat tinggi," ujar Anies, dikutip dari siaran pers PPID Provinsi DKI Jakarta.
Anies menyebut COVID-19 sebagai wabah serius. Berbeda dengan bencana yang sumbernya kasat mata seperti banjir, kebakaran, dan bencana lainnya, COVID-19 perlu penanganan yang berbeda, yaitu berdiam diri di rumah.
"Saya garis bawahi, tolong kabari semua warganya, jangan meninggalkan Jakarta. Sampaikan kepada RT/RW (agar warganya) jangan meninggalkan Jakarta kecuali genting, jangan pergi, tahan. Paling tidak selama 3 minggu ke depan jangan bepergian, bertahan dulu di Jakarta, tunda," ujar Anies.
"Saya sampaikan ini, karena kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti yang dialami oleh tempat tempat lain. Hari ini bela negara adalah dengan cara di rumah," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.
Anies Baswedan menyampaikan hal-hal di atas dalam rapat kerja Penanganan COVID-19 bersama Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sujana, dan Pangdam Jaya, Mayjen TNI Eko Margiyono, seluruh Kepala SKPD, Wali Kota, Camat dan Lurah di wilayah DKI Jakarta.
Kegiatan internal tersebut berlangsung di Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Jakarta Selatan.

Share this article
"Saya sampaikan ini, karena kita tidak ingin Jakarta mengalami seperti yang dialami oleh tempat tempat lain. Hari ini bela negara adalah dengan cara di rumah," tegas mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.