JAKARTA SELATAN, AYOJAKARTA.COM -- Perluasan kawasan Ganjil-Genap atau Gage di DKI Jakarta, membuat Waze sebagai peranti lunak navigasi terus menyesuaikan diri dalam memberikan informasi kepada penggunanya.
Waze Country Manager Indonesia, Marlin R Siahaan, mengatakan, Waze Indonesia sangat antusias menyambut perluasan Gage. Apalagi bisa memberi informasi kepada Waze global dan negara-negara pengguna Waze betapa pentingnya kebijakan Gage untuk diterapkan.
"Dari waze sendiri, itu membuat adaptasi dengan aturan Gage ini, kami juga ajukan ke tim produk kami di global. Berarti kami juga harus membuat justifikasi supaya tim produk globalnya Waze yang memantau 180 negara pengguna waze itu butuh tahu ini (Gage) sepenting apa," ungkapnya kepada Ayojakarta usai acara Ngobrol Jakarta #10 membahas isu perluasan ganjil-genap (Gage) di Jakarta dan strategi mobilitas yang efektif, di JSC Hive, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu malam (11/9/2019).
Ia juga mengapresiasi bantuan komunitas Waze Indonesia terhadap berjalannya Gage, yang dinilainya merupakan kebijakan penting untuk Jakarta agar mobilitas warga lebih efektif dan efisien.
"Kami di sini, tim community ini, bantuin banget bahwa this is really important for Jakarta. Karena it will help driver, to drive everywhere, anywhere and support the country for the goverment," lanjut dia.
Dari pengalaman pribadinya, Mantan GM Periklanan Digital Telkomsel ini merasakan bahwa kebijakan perluasan Gage per Senin (9/9/2019) telah membuat perjalanannya jadi lebih nyaman dan cepat.
"Pengalaman aku pribadi sih, dari beberapa community ada juga yang experience sih, waktu tempuh lebih cepat ya. Biasanya kalau dari rumah ke kantor itu bisa satu jam minimal, tapi tiga hari ini kayaknya lebih cepat sekitar 10 menit," tuturnya.
Dengan banyaknya masyarakat melek teknologi, Marlin berharap peranti navigasi seperti Waze atau Google Maps bisa lebih memudahkan perjalanan ke manapun dan di manapun. Pengguna juga bisa mengetahui prediksi waktu perjalanan.
"Kalau ada teknologi-teknologi yang bisa dimanfaatkan untuk ini, harusnya membantu masyarakat juga. Jadi ya kalau ada Waze, Google Maps, ini teknologi baru dan dimanfaatkan agar semua orang bisa pakai dan prediksi waktu jadi lebih efisien," ujar Marlin.
Bagi mereka yang sudah terbiasa menggunakan aplikasi navigasi Waze, telah terbantu dengan prediksi waktu ke tujuan perjalanannya.
"Sekarang juga trennya sudah berubah. Orang sebelum keluar rumah cek Waze dulu, baru prediksi jalan lewat mana, berapa lagi waktu tempuh. Jadi semua serba terprediksi," ucapnya.

Share this article
Ia juga mengapresiasi bantuan komunitas Waze Indonesia terhadap berjalannya Gage.