AYOJAKARTA.COM - DKI Jakarta terus bergerak menghadirkan sanitasi yang layak, aman dan berkelanjutan bagi masyarakatnya.
Kini Jakarta sudah bisa mengolah limbah untuk dijadikan energi.
Teknologi Instalasi Septik Komunal dan Biogas kini sudah hadir di Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Teknologi ini sebagai solusi sanitasi bersih dan ramah lingkungan.
Dengan sistem ini, limbah bisa diolah menjadi energi alternatif yang bermanfaat bagi warga.
Selain itu, juga bisa membantu menghapus praktik buang air besar sembarangan (BABS) dan menjaga lingkungan sekitar tetap sehat.
Tangki septik komunal terintegrasi biogas ini sudah dirasakan manfaatnya oleh banyak masyarakat Jakarta.
Hal ini dilakukan sebagai upaya bersama menghadirkan permukiman yang bersih dan layak huni.
Instalasi Septik Komunal dan Biogas ini diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Kamis (13/11).
Bahkan, adanya sistem ini warga bisa menghemat 1,2 juta pertahun, mengurangi biaya pengeluaran rumah tangga untuk pembelian elpiji.
Berikut adalah manfaat adanya Instalasi Septik Komunal dan Biogas:
- Sebagai upaya memperkuat sistem sanitasi berkelanjutan sekaligus mendorong pengelolaan lingkungan yang sehat dan ramah energi.
Baca Juga: BRI Bikin Gebrakan Lingkungan, Menteri UMKM dan Raffi Ahmad Ikut Sosialisasi RVM
- Jakarta Timur berhasil menekan angka BABS terbuka hingga 0 persen.
- Menekan penularan penyakit berbasis lingkungan pemukiman seperti bakteri E.Coli, dll.
- Meminimalisir penemaran air dan tanah.
Proyek ini sudah melayani 439 KK atau kurang lebih sekitar 1,424 jiwa di tiga lokasi di Jakarta Timur, yaitu:
Pekayon
- 58 KK BABS (189 jiwa) dengan Septik Komunal Biogas 10 Tungku.
Rusunami Bidara Cina
- 336 KK BABS (1.008 jiwa) dengan Septik Komunal Biogas 20 Tungku.
Kelurahan Rambutan
- 45 KK BABS (227 jiwa) dengan Septik Komunal Biogas 10 Tungku.
Selain itu, pembangunan sistem tangki ini juga masih terus dilakukan di wilayah lainnya.***

Share this article
Instalasi Septik Komunal dan Biogas sudah berhasil melayani 439 KK di tiga lokasi di Jakarta Timur.