AYOJAKARTA.COM - Perumda Paljaya telah memantapkan target layanan sanitasi aman di DKI Jakarta.
Langkap ini diambil demi mewujudkan DKI Jakarta sebagai kota dengan sanitasi aman berkelanjutan.
Dikutip dari beritajakarta.id, Paljaya menegaskan komitmen komitmen jangka panjang untuk memperluas cakupan layanan.
Selain itu juga akan mengedukasi masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga perlaku sanitasi.
Baca Juga: Apakah Ada Potensi Banjir Rob Jakarta Oktober 2025? Dinas SDA Beri Jawaban
Lantas apa saja yang dilakukan Paljaya demi layanan sanitasi aman di Jakarta?
Direktur Utama Paljaya, Untung Suryadi mengatakan jika acara CFD pada Minggu (28/9/2025) adalah momen penting untuk bertemu langsung dengan masyarakat dan mensosialisasi pentingnya sanitasi aman bagi keberlangsungan Jakarta sebagai global city.
Untuk mewujudkan hal itu, Paljaya sendiri telah menyiapkan roadmap jaka panjang.
Nantinya hingga tahun 2030 diproyeksikan sebanyak 5-6 jiwa warga Jakarta akan terlayani sistem sanitasi Paljaya.
Paljaya juga optimis untuk bisa mencapai 100 persen cakupan layanan di tahun 2045.
Sehingga diharapkan seluruh masyarakat di Jakarta bisa mendapat akses sanitasi aman.
Sedangkan untuk jangka pendek sendiri, Paljaya telah menargetkan di tahun 2026 sekitar 3,5 jiwa akan terlayani yang bisa terus bertambah seiring berjalannya proyek Jakarta Sewerage Development Project (JSDP) Zona 1.
"Tambahan kapasitas diproyeksikan terjadi pada 2028–2029 melalui pembangunan JSDP Zona 6, sehingga target 5–6 juta jiwa dapat terpenuhi sebelum 2030," ujar Untung.***

Share this article
Paljaya memiliki komitmen jangka panjang dan jangka pendek demi wujudkan Jakarta sebagai sanitasi aman berkelanjutan.