AYOJAKARTA.COM - Maksiat merupakan perbuatan tercela yang sangat dibenci oleh Allah.
Maksiat juga termasuk dalam dosa besar yang harus dihindari.
Namun di zaman modern seperti sekarang ini, perilaku bermaksiat dengan mudah ditemukan dimanapun.
Bahkan perbuatan maksiat di zaman sekarang lekat dengan siapapun.
Mulai dari anak-anak muda, bahkan kaum dewasa juga banyak yang masih bermaksiat.
Kemudian pernahkah kıta menyadari, akibat yang akan diperoleh jika kita tidak segera bertobat dari perbuatan maksiat ?
Baca Juga: Gus Baha Ungkap Mbah Moen Pernah Iri dengan yang Orang 'Bodoh', Apa Maksudnya?
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram @Ppalanwarsarang pada Jumat (14/11/2022), Kyai Muhammad Najih Maimoen Zubair menjelaskan perihal perbuatan maksiat.
Kyai Muhammad Najih Maimoen Zubair merupakan putra dari almarhum Kyai Maimoen Zubair alias Mbah Moen.
Dalam suatu kesempatan dakwah, putra Mbah Moen tersebut menuturkan bahwa menjadi orang Islam itu sangat berat cobaannya.
Baca Juga: Simak! Berikut Nasihat Mbah Moen Agar Hidup Bahagia Dunia Akhirat
“Ini repotnya menjadi orang islam, cobaannya. Kalau bermaksiat itu ada akibatnya, mendapatkan bencana.” ujar Najih Maimoen Zubair.
Putra Mbah Moen tersebut juga menuturkan bahwa perbuatan maksiat bisa membuat kita kualat, jadi segeralah bertobat mumpung masih berada di dunia.
Karena jika jika sudah berada di akhirat, tobat manusia tidak akan diterima lagi.
Baca Juga: Rahasia Mbah Moen Agar Sukses Dunia Akhirat, Lakukan Amalan Ini dengan Sungguh-sungguh!
“Akan tetapi Kalau kualat di dunia bisa melebur dosa.” jelas Kyai Najih Maimoen Zubair.
Muhammad Najih Maimoen Zubair juga menuturkan bahwa kita dilarang untuk suudzon kepada Allah atas segala cobaan yang kita terima.
“Jangan suudzon (berburuk sangka) kepada Gusti Allah yang membuat kita repot.” tegas Muhammad Najih Maimoen Zubair.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Sosok Guru Dibalik Kecerdasan yang Dimiliki Siti Khadijah
Selain itu putra dari Mbah Moen tersebut juga menuturkan jika kita jangan merasa bangga apabila sering maksiat namun tidak pernah mendapat cobaan.
“Sebagai orang Islam, orang mukmin, santri (yang nakal, maksiat), itu ketika berbuat maksiat kok tidak ada (cobaan) akibatnya, ini yang menakutkan, kalau seperti itu sama seperti orang kafir !” tutur Kyai Najih.
Lebih lanjut ia menegaskan, “Kalau nanti diberi cobaan oleh Gusti Allah bersabarlah dan seharusnya bersyukur semoga (dengan bersabar dan bersyukur) bisa melebur dosa-dosa kita, tapi juga berdoa (jangan hanya bersabar dan bersyukur saja) supaya cobaannya tidak terlalu berat.”***

Share this article
Putra Mbah Moen, Najih Maimoen Zubair mengatakan bahwa orang bermaksiat pasti akan mendapat akibatnya, meski saat belum menerima cobaan.