AYOJAKARTA.COM - Siapa yang hobi makan pecel lele atau nasi goreng kaki lima?
Ya, dua menu ini biasanya jadi pilihan favorit kuliner malam kebanyakan orang.
Tapi, pernahkah kamu bertanya kenapa spanduk pecel lele dan nasi goreng kaki lima berwarna mentereng?
Ternyata ada alasan tersendiri lho!
Simak penjelasannya dikutip AyoJakarta.com dari AyoBandung.com pada Selasa (5/9/2022) dengan judul Kenapa Spanduk Pecel Lele dan Nasi Goreng Kaki Lima Berwarna Mentereng?
Baca Juga: Masih Jadi Misteri Kenapa Gerobak Mi Ayam Berwarna Biru? Simak Berbagai Kisahnya di Sini!
Pecel lele dan nasi goreng kaki lima selalu identik dengan kuliner malam.
Spanduk pecel lele biasanya kain berwarna dasar putih dengan garis pinggir hijau terang atau oranye yang disertai gambar lele, ayam, bebek, dan jenis ikan.
“Pemilihan warna putih dan hijau kadang oranye untuk membuat spanduk terlihat saat terkena cahaya lampu dan tulisan dapat terbaca,” ujar istri dari Muhammad Subari (43) salah satu penjual pecel lele kepada Ayoindonesia.com pada Jumat, 1 Oktober 2021.
Berjualan selama 13 tahun di Jalan Ion Martasasmita Pamanukan-Subang dari sore hingga malam hari, Muhammad Subari menjelaskan pemilihan bahan spanduk menggunakan kain lebih efektif digunakan.
Spanduk kain lebih mudah digulung karena kedai pecel lele harus ditutup buka setiap hari.
Jika menggunakan spanduk print digital, maka akan cepat rusak.
Selain itu, apabila diguyur hujan, spanduk kain lebih mudah dicuci dan digunakan kembali.
Baca Juga: Misteri di Balik Logo Bungkus Rokok Gudang Garam yang Selalu Berubah, Apa Maknanya?
Bukan hanya warnanya yang serupa, gambar pada spanduk pecel lele juga seragam menggunakan teknik lukis.
Selain mengandung nilai seni, hal ini karena hasil lukis akan lebih awet.
“Awal mulanya pecel Lamongan yaitu terong yang disajikan di atas cobek dan diberi sambal kemudian dipecel,” ujar istri Subari.
“Pecel Lamongan sebenarnya terdiri dari pecel terong, pecel tempe, dan pecel lele. Namun, yang banyak dikenal yaitu pecel lele,” sambungnya.
Dikutip dari Ayobandung.com, pecel lele dikenal pada 1970 dimana saat itu banyak penduduk Lamongan yang melakukan invasi dagang ke beberapa kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, Surabaya, dan Jakarta.
Dari sumber yang sama, standar khusus penggunaan spanduk pada kedai pecel lele dilakukan pertama kali oleh komunitas informal para pedagang pecel lele Lamongan di Kota Bekasi pada pertengahan 1970.
Baca Juga: Blusukan ke Pasar Jumat, Ini Kisah Anies dan Rosi di Warung Pecel Lele
Supaya Terlihat Jelas di Malam Hari
Sementara spanduk nasi goreng kaki lima biasanya berwarna hijau terang, biru muda, dan bahkan kuning.
“Sebenarnya tidak ada filosofi khusus dan standar warna yang dipakai untuk spanduk nasi goreng dan biasanya warna sudah ditentukan oleh pihak yang membuka jasa membuat spanduk.” Ujar Imam (30) salah satu penjual nasi goreng di Jalan Ion Martasasmita.
Kepada Ayoindonesia.com, Imam menjelaskan pemilihan warna hijau untuk spanduk nasi goreng yang dimilikinya supaya kedainya terlihat saat malam hari meskipun pencahayaan dari lampu atau toko-toko di pinggir jalan kurang terang.
Spanduk nasi goreng yang dimilikinya berbahan kain dengan warna dasar hijau serta tulisannya berwarna biru dan merah.
Hal ini karena bahan kain dapat menyerap cahaya lampu kendaraan yang berlalu lalang sehingga tulisan pada spanduk dapat terlihat dengan jelas.
Nah, itulah uraian mengenai alasan spanduk pecel lele dan spanduk nasi goreng kaki lima selalu menggunakan warna cerah dan mentereng.***(Gita Esa Hafitri/AyoBandung.com)

Share this article
Berikut alasan mengapa spanduk pecel lele dan nasi goreng kaki lima berwarna mentereng. Kamu harus tahu!