AYOJAKARTA.COM -- Menjelang akhir dunia atau terjadinya kiamat, Dajjal dikatakan akan mundul di negeri yang berpenduduk Islam.
Seperti yang diketahui, kiamat besar dalam pandangan Islam merupakan terjadinya akhir perjalanan dunia.
Saat terjadi kiamat, tidak lagi ada yang tersisa di muka bumi, termasuk manusia.
Menjelang hari akhir itu, ajaran Islam mempercayai bahwa terdapat makhluk yang disebut Dajjal, yang akan menggoda iman umat Islam.
Terdapat beberapa riwayat yang menyebutkan bahwa ternyata nantinya Dajjal akan muncul di Iran.
Demikian seperti yang diulas JemberNetwork.id dalam artikel "Siapa Sangka, Dajjal Disebut-sebut Akan Muncul dari Kawasan Negara Berpenduduk Islam Ini".
Baca Juga: Tanda-tanda Kiamat Telah Tiba, Mbah Moen Larang Banyak Beribadah: Cukup Jangan Lakukan 1 Hal Ini!
Hadis dari Fatimah binti Qais bahwa beliau pernah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang Dajjal. Salah satu diantara yang beliau sampaikan,
أَلاَ إِنَّهُ فِى بَحْرِ الشَّامِ أَوْ بَحْرِ الْيَمَنِ لاَ بَلْ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ ما هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ مِنْ قِبَلِ الْمَشْرِقِ مَا هُوَ». وَأَوْمَأَ بِيَدِهِ إِلَى الْمَشْرِقِ
“Tidaklah dia (Dajjal) di laut syam, atau laut Yaman, tidak. Tetapi dari arah Timur. Dia dari arah Timur, dia dari arah Timur..” dan beliau berisyarat dengan tangannya ke arah Timur. (HR. Muslim 2942, dan Abu Daud 4326).
Arah mata angin dalam bahasa syariat, hanya ada empat, yaitu utara, selatan, timur, dan barat. Tidak dikenal arah tenggara, timur laut, barat daya, atau barat laut.
Baca Juga: Nggak Perlu Ibadah Banyak-banyak Saat Akhir Zaman, Kata Mbah Moen Cukup Jangan Lakukan 1 Hal Ini
Karena itu, ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan arah kiblat penduduk kota Madinah, beliau bersabda:
مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قِبْلَةٌ
“Daerah antara timur dan barat adalah kiblat.” (HR. Nasai 2243, Turmudzi 342, Ibnu Majah 1011 dan dishahihkan al-Albani).
Kota Madinah, berada di utara Mekah. Selama penduduk Madinah menghadap ke arah selatan (antara timur dan barat) maka dia dianggap telah menghadap kiblat.
Kembali pada hadis keluarnya Dajjal di atas. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan, Dajjal muncul dari arah timur. Timur yang mana? Dalam hadis itu tidak ditegaskan. Dan jika kita pahami berdasarkan bahasa syariat, semua daerah yang berada di antara utara dan selatan dari kota Madinah,masuk dalam cakupan hadis itu. Sekalipun dia agak serong ke utara. Sehingga mencakup daerah Saudi timur, Irak, Iran, dan negara-negara asia timur.
Hadis ini menegaskan Dajjal keluar di Iran. Kemudian, terdapat hadis shahih lainnya yang menegaskan kota tempat keluarnya Dajjal.
Baca Juga: Nasib Hidup Kaya Atau Miskin Seseorang Kata Mbah Moen akan Ditentukan Di Umur Segini
Dari Abu Bakr ash-Shidiq radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
الدَّجَّالُ يَخْرُجُ مِنْ أَرْضٍ بِالمَشْرِقِ يُقَالُ لَهَا: خُرَاسَانُ
“Dajjal keluar dari daerah di sebelah Timur, namanya Khurasan.” (HR. Ahmad 33, Tumudzi 2237, Ibnu Majah 4072, dishahihkan Syuaib al-Arnauth).
Arah timur yang menjadi tanda tanya, telah ditegaskan sendiri oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Daerah timur yang beliau maksud adalah daerah Khurasan.
Keterangan di atas, diperkuat oleh riwayat lain dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَخْرُجُ الدَّجَّالُ مِنْ يَهُودِيَّةِ أَصْبَهَانَ، وَمَعَهُ سَبْعُونَ أَلْفًا مِنَ الْيَهُودِ
“Dajjal akan keluar dari daerah Yahudiyah Asbahan. Dia bersama 70 ribu orang Yahudi.” (HR. Ahmad 13344, Abu Ya’la al-Mushili dalam musnadnya 3639, dan dihasankan Syuaib al-Arnauth).*** (Ahmad Baskoro/JemberNetwork.id)

Share this article
Menjelang akhir dunia atau terjadinya kiamat, Dajjal dikatakan akan mundul di negeri yang berpenduduk Islam.