AYOJAKARTA.COM — Dalam Islam, terdapat keringanan (rukhsah) bagi musafir yang sedang dalam perjalanan jauh, yaitu diperbolehkannya melakukan sholat jamak.
Sholat jamak adalah menggabungkan dua sholat fardhu dalam satu waktu, misalnya sholat Dzuhur dengan Ashar atau sholat Maghrib dengan Isya.
Sholat ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu jamak taqdim dan jamak ta’khir.
Jamak taqdim adalah menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar di waktu Dzuhur, atau sholat Maghrib dan Isya di waktu Maghrib.
Baca Juga: Daftar Lokasi Sholat Idul Fitri 2025 di Wilayah Jakarta dan Jam Mulainya
Untuk melaksanakan jamak taqdim, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Pertama, tertib, yaitu mengerjakan sholat pertama terlebih dahulu.
Jika ingin menjamak sholat Dzuhur dan Ashar di waktu Dzuhur, maka harus sholat Dzuhur terlebih dahulu, baru kemudian Ashar.
Kedua, niat, yang harus dilakukan bersamaan dengan sholat pertama.
Baca Juga: Tata Cara Sholat Idul Fitri Beserta Niat dengan Huruf Latin
Contohnya, jika menjamak Dzuhur dan Ashar di waktu Dzuhur, niatnya berbunyi:
"Ushallî fardladh-dhuhri arba‘a raka‘âtin majmû‘an bil-‘ashri jam‘a taqdîmin lillâhi ta‘ala."
Artinya: “Saya niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat dijama’ bersama Ashar dengan jama’ taqdim karena Allah Ta’ala.”
Ketiga, muwalat (berurutan), artinya tidak ada jeda panjang antara sholat pertama dan kedua. Setelah salam dari sholat pertama, segera lanjut ke sholat kedua.
Baca Juga: Kapan Sholat Taubat Dilakukan? Ini Waktu Terbaiknya
Keempat, masih dalam perjalanan, artinya ketika mengerjakan sholat kedua, seseorang masih dalam status musafir.
Sebaliknya, jamak ta’khir adalah menggabungkan sholat Dzuhur dan Ashar di waktu Ashar, atau sholat Maghrib dan Isya di waktu Isya.
Syarat pertama untuk jamak ta’khir adalah niat yang dilakukan dalam waktu sholat pertama.
Misalnya, jika ingin menjamak Dzuhur dan Ashar di waktu Ashar, maka saat waktu Dzuhur tiba, harus berniat menunda sholat ke waktu Ashar dengan niat berikut:
Baca Juga: Jadwal Sholat Maghrib dan Buka Puasa Hari Ini 5 Ramadhan 2025 di JABODETABEK dan Wilayah Sekitarnya
"Ushallî fardladh-dhuhri arba‘a raka‘âtin majmû‘an bil-‘ashri jam‘a ta’khîrin lillâhi ta‘ala."
Artinya: “Saya niat sholat fardhu Dzuhur empat rakaat dijama’ bersama Ashar dengan jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala.”
Syarat kedua, saat mengerjakan sholat yang kedua, seseorang harus masih dalam perjalanan.***

Share this article
Sholat jamak menjadi solusi bagi musafir agar tetap menjaga kewajiban ibadah meski berada dalam kondisi bepergian.