AYOJAKARTA.COM – Lansia (lanjut usia) diperbolehkan puasa jika mereka dalam kondisi sehat dan tidak mempunyai riwayat penyakit tertentu.
Sebenarnya puasa memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan, seperti melancarkan sistem pencernaan dan menjaga metabolisme tubuh.
Namun, para lansia sering mengalami kesulitan dalam berpuasa karena kondisi fisik mereka yang sudah melemah.
Karena daya tahan tubuh dan sistem metabolisme yang melambat, lansia yang berpuasa dikhawatirkan akan menurunkan kesehatan tubuh mereka.
Lantas, apakah orang lanjut usia masih diperbolehkan berpuasa? Dalam Islam, mereka masih diperbolehkan mengikuti puasa Ramadan apabila kondisinya tidak dipaksakan.
Namun, jika orang tua mempunyai masalah kesehatan, seperti diabetes, penyakit jantung, dan penyakit kronis lainnya maka diperbolehkan untuk tidak berpuasa.
Baca Juga: Hukum Puasa bagi Orang Tua, Wajib atau Tidak? Simak Penjelasannya
Tips Puasa Ramadan bagi Lansia
Bagi orang tua yang tidak mempunyai penyakit kronis dan ingin berpuasa, simak beberapa tips berikut ini.
1. Tubuh dalam Keadaan Sehat
Sebelum menjalani puasa, perhatikan kembali kondisi kesehatan orang lanjut usia untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.
Mereka bisa memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan kembali kondisi kesehatan agar tetap bugar selama berpuasa.
Jika terjadi masalah kesehatan, penyakit kambuh, atau komplikasi, maka diperbolehkan membatalkan puasa.
2. Tidak Melewatkan Sahur
Tips puasa bagi orang tua yang kedua adalah tidak melewatkan waktu sahur, karena makan saat sahur mampu mengisi energi sebelum berpuasa.
Hal ini juga dapat mempersiapkan tubuh untuk menahan lapar selama beberapa jam ke depan.
3. Konsumsi Makanan Bergizi
Mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi dapat membantu orang lanjut usia mendapatkan berbagai nutrisi seperti vitamin, mineral, karbohidrat, protein hingga lemak.
Makanan kaya nutrisi yang dapat dikonsumsi lansia saat berpuasa di antaranya, sayuran dan buah-buahan, susu rendah lemak, makanan berprotein tanpa lemak, kacang-kacangan dan biji-bijian.
Selain itu, orang tua juga harus membatasi makanan yang tinggi kalori, namun rendah nutrisi.
Seperti mengkonsumsi gorengan saat berbuka dan tidak mengkonsumsi makanan dan minuman manis mengandung gula.
4. Istirahat yang Cukup
Puasa selanjutnya adalah istirahat dengan teratur atau tidur yang cukup juga. Mereka memerlukan porsi tidur dan beristirahat yang lebih banyak dibandingkan mereka yang masih muda dan remaja.
Jadi, penting bagi para orang lanjut usia untuk mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas, setidaknya 8-9 jam dalam sehari.
5. Rutin Olahraga
Melakukan aktivitas fisik yang ringan, seperti berjalan kaki, yoga, dan peregangan tubuh sangat cocok bagi orang lanjut usia.
Berolahraga saat puasa dapat meningkatkan daya tahan dan menjaga tubuh supaya tetap bugar.
Frekuensi olahraga tidak harus dilakukan setiap hari. Berolahraga ringan sekitar satu atau dua kali dalam seminggu sudah cukup.
6. Tetap Bersosialisasi
Tips puasa bagi lansia berikutnya adalah dengan tetap bersosialisasi. Selain memenuhi kebutuhan fisik, kebutuhan dan kebahagian mental juga harus dipenuhi.
Hal dilakukan untuk menghindari stres dan masalah kesehatan lainnya menyerang.
Melakukan interaksi sosial dengan sahur atau buka bersama bersama kerabat hingga ngabuburit bersama teman-teman lanjut usia akan sangat membantu lansia ketika berpuasa.
Dengan adanya interaksi sosial, para lansia dapat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan lancar dan tetap bugar.
7. Tidak Memaksakan Diri
Tips puasa untuk lansia yang terakhir adalah tidak memaksakan diri dan mengetahui batasan.
Jika mereka mengeluhkan rasa sakit atau lemas, segera batalkan puasa dan lakukan pengobatan secara mandiri.
Orang tua disarankan untuk mengecek kondisi kesehatan secara rutin untuk mencegah gejala penyakit tertentu.
Demikianlah informasi terkait tujuh tips puasa Ramadan bagi orang lanjut usia (lansia).***
Share this article
Bagi orang tua yang tidak mempunyai penyakit kronis dan ingin berpuasa, simak beberapa tips berikut ini.