AYOJAKARTA.COM – Hingga akhir Februari 2025, jutaan umat muslim yang tersebar di seluruh Indonesia masih menanti kepastian dimulainya puasa Ramadhan 1446 H.
Menyikapi antuasme perihal awal puasa Ramadhan 1446 H, Muhammadiyah yang merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia menyampaikan maklumat.
Dalam konferensi pers yang digelar pada Rabu, 12 Februari 2025, Muhammadiyah telah menetapkan tanggal dimulainya pelaksanaan puasa Ramadhan 1446 H.
Baca Juga: Ramadhan Tiba! Ini Tanggal Libur dan Cuti Bersama Lebaran Tahun 2025, Total Ada 11 Hari..
Melalui Surat Keputusan atau Maklumat Nomor 1/MLM/1.0/E/2025 tentang penetapan hasil hisab Ramadhan dan Syawal serta Dzulhijah 1446, Muhammadiyah memberi rincian.
Berdasarkan metode pertimbangan Hakiki Wujudul Hilal, Pengurus Pusat Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan dimulai pada Sabtu tanggal 1 Maret 2025.
Sedangkan penetapan datangnya tanggal 1 Syawal atau Idul Fitri 1446 H akan jatuh pada hari Minggu 31 Maret 2025.
Selain itu, melalui maklumat yang sama Muhammadiyah juga telah menetapkan perayaan Idul Adha atau 10 Dzulhijjah 1446 H bertepatan dengan tanggal 6 Juni 2025.
Baca Juga: Penentuan 1 Ramadhan 2025, BRIN: Ada Potensi Perbedaan Jadwal Pemerintah dan Muhammadiyah
Namun demikian, penetapan datangnya awal Ramadhan 1446 H atau tahun 2025 Masehi menurut Kementerian Agama masih perlu dilakukan pengkajian.
Guna memastikan awal dimulainya Ramadhan, pada Jumat 28 Februari 2025 Kementerian Agama akan menggelar sidang Isbat.
Adapun kegiatan yang dalam sidang Isbat hari ini akan terbagi menjadi tiga tahapan antara lain pemaparan data posisi hilal berdasarkan astronomi.
Tahapan selanjutnya adalah melakukan verifikasi hasil Rukyatul Hilal yang diperoleh dari berbagai lokasi pemantauan strategis di wilayah Indonesia, serta Musyawarah.
Hasil keputusan ketiga tahapan selanjutnya, akan diumumkan langsung oleh Kementerian Agama ke publik melalui Penetapan Hasil Sidang Isbat.
Baca Juga: Niat Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadhan untuk Laki-Laki dan Perempuan
Dalam sidang Isbat yang akan digelar di Auditorium Kementerian Agama tersebut, juga akan dihadiri oleh sejumlah organisasi Islam serta utusan Duta Besar negara sahabat.
Mengacu pada rangkaian kegiatan yang saat ini dalam proses, keputusan awal Ramadhan 1446 H baru dapat diketahui malam nanti.
Terkait potensi terjadinya perbedaan penetapan awal Ramadhan 1446 H antara Organisasi Muhammadiyah dengan Pemerintah, Peneliti Astronomi BRIN memberi tanggapan.
Menurut Thomas Djamaluddin, potensi terjadinya perbedaan awal Ramadhan 1446 H sudah dilandasi oleh dasar hukum serta kaidah yang sesuai ketentuan syariah.
Baca Juga: Marhaban Ya Ramadhan! Ucapan dan Quotes Sambut Bulan Ramadhan untuk Dibagikan di Status WhatsApp
Sehingga peluang terjadinya penetapan awal Ramadhan 1446 H, perlu disikapi publik khususnya umat muslim dengan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan.
“Hilal yang gagal dirukyat, kemungkinan ini yang akan melahirkan perdebatan di sidang isbat,” ungkap Thomas.***

Share this article
Hingga akhir Februari 2025, jutaan umat muslim yang tersebar di seluruh Indonesia masih menanti kepastian dimulainya puasa Ramadhan 1446 H.