AYOJAKARTA.COM – Saat hari raya Idul Fitri, kebanyakan masyarakat Indonesia akan mengisinya dengan saling berkunjung ke sanak saudara dan ziarah kubur.
Melakukan aktivitas seperti ziarah kubur ke makam orang tua atau yang dicintai, merupakan salah satu ajaran Rasulullah SAW.
Selain sebagai pengingat tentang datangnya kematian bagi Peziarah, dalam ziarah kubur juga terdapat kandungan hikmah yang begitu indah.
Namun sayangnya, tidak sedikit peziarah justru mengabaikan hal-hal esensial ketika sedang melakukan ziarah kubur.
Baca Juga: Hukum Ziarah Kubur saat Lebaran Idul Fitri: Boleh, Asal...
Salah satu contoh perilaku yang sering dilakukan ketika ziarah kubur adalah sengaja mencabuti rerumputan, padahal hal tersebut memiliki aturan tersendiri.
Selain mencabuti rerumputan, tidak sedikit juga peziarah yang melakukan aktivitas yang tidak sesuai ajaran Baginda Rasulullah SAW.
Dalam sebuah kajian, Buya Yahya pernah memberikan wejangan kepada para jamaah terkait dengan kaidah berziarah kubur.
Dalam pengajian tersebut, Buya menceritakan satu riwayat ketika Baginda Rasulullah SAW meletakkan pelepah pohon Kurma di sebuah makam.
“Suatu ketika Nabi melewati dua makam yang penghuninya sedang disiksa, kemudian Nabi mengambil pelepah Kurma dan membelahnya menjadi dua bagian,” jelas Buya, dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV pada Jumat, 21 April 2023.
Buya melanjutkan, setelah itu kedua pelepah tersebut ditancapkan di dekat masing-masing makam yang penghuninya sedang mengalami siksaan.
“Semoga Allah SWT akan meringankan siksa kepada dua mayat yang sedang disiksa, selama pelepah kurmanya belum kering,” ujar Buya mengutip doa Rasulullah SAW.
Dengan mengacu pada peristiwa tersebut, maka kemudian para sahabat berpesan untuk ditemani tumbuhan ketika telah meninggal.
“Semua yang ada di Bumi juga bertasbih, sebab tasbihnya makhluk-makhluk itu akan menjadikan tenang,” terang Buya kepada jamaah.
Atas dasar itu kemudian Buya mengingatkan kepada para jamaah agar tidak menghilangkan rerumputan yang tumbuh di sekitar makam.
“Makruh untuk kita mencabuti rumput, jangan terlalu bersih, biarkan ada rumput sehingga ia akan bertasbih,” pesan Buya Yahya kepada jamaah.
Sehubungan dengan kebiasaan masyarakat saat ini yang sering menaburkan bunga di atas makam, Buya juga memberi tanggapan.
Baca Juga: Atalia Praratya Ziarah ke Makam Eril di Momen Wisuda: Bahagia dan Sedih di Momen yang Sama
Menurut Buya, menabur bunga ketika berziarah kubur merupakan hal yang baik untuk dilakukan selagi tidak memberatkan peziarahnya.
“Kalau tidak pakai bunga juga tidak apa-apa, asalkan do’a-do’a untuk mayat lancar dan diniatkan untuk meringankan siksa penghuni kubur,” pungkas Buya.
Hal terpenting mengenai ziarah kubur menurut Buya Yahya adalah tidak membawa barang-barang berharga ketika ziarah kubur untuk dipersembahkan kepada mayat.***

Share this article
Dalam sebuah kajian, Buya Yahya pernah memberikan wejangan kepada para jamaah terkait dengan kaidah berziarah kubur.