AYOJAKARTA.COM - Bulan Ramadan merupakan bulan suci yang ditunggu umat Muslim di seluruh dunia karena banyak pahala di dalamnya.
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadan adalah membaca Al-Quran dan mengkhatamkannya.
Hal itu sejalan dengan sebutan Ramadan yang disebut juga bulan Al-Quran, sebab di bulan inilah diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk manusia.
Baca Juga: Amalan Sebelum Buka Puasa yang Dianjurkan dan Baik Dilakukan Selama Bulan Ramadan, Apa Saja?
Hal tersebut tertuang pada surah Al-Baqarah ayat 185 dimana Bulan Ramadan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil).
Dikutip Ayojakarta.com pada laman resmi Kementerian Agama (Kemenag) kemenag.go.id, Minggu (26/3), Kepala Unit Percetakan Al-Qur’an, Ditjen Bimas Islam Kemenag Jamaluddin M. Marki mengungkapkan alasan mengapa tadarus Al-Quran menjadi spesial.
Jamaluddin mengatakan tadarus Al-Qurán di bulan Ramadan menjadi sangat spesial, karena tidak hanya semata mengabadikan konteks waktu diturunkannya Al-Quran, namun juga menjadi ladang amal kebaikan.
Salah satunya berdasarkan Hadist Tirmidzi berikut yang menjelaskan keutamaan membaca Al-Quran:
عن ابن مسعودٍ رضيَ اللَّه عنهُ قالَ : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : منْ قرأَ حرْفاً مِنْ كتاب اللَّهِ فلَهُ حسنَةٌ ، والحسنَةُ بِعشرِ أَمثَالِهَا لا أَقول : الم حَرفٌ ، وَلكِن : أَلِفٌ حرْفٌ، ولامٌ حرْفٌ ، ومِيَمٌ حرْفٌ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح .
“Siapa yang membaca satu huruf dari Al-Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut. Satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya. Dan aku tidak mengatakan “Alif Laam Miim” satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf” (HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al Jami’, No. 6469)
Tak hanya sekedar membaca, lebih baik lagi apabila kita mampu mengkhatamkannya.
Namun dalam mengkhatamkan Al-Quran tetap batasan yang perlu diperhatikan seperti yang dilarang oleh Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW melarang untuk mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu yang terlalu cepat atau terburu-terburu karena yang dikhawatirkan pembaca tidak akan memahami dan menghayati kandungan dari isi Al-Quran.
Dalam sebuah hadits dari Abdullah bin Amru bin Ash, dari Rasulullah Saw., beliau berkata, “Puasalah tiga hari dalam satu bulan.” Aku berkata, “Aku mampu untuk lebih banyak dari itu, wahai Rasulullah.” Namun beliau tetap melarang, hingga akhirnya beliau mengatakan, “Puasalah sehari dan berbukalah sehari, dan bacalah Al-Qur’an (khatamkanlah) dalam sebulan.” Aku berkata, “Aku mampu lebih dari itu, wahai Rasulullah?” Beliau terus malarang hingga batas tiga hari. (HR. Bukhari).
Lalu bagaimana tips mengkhatamkan Al-Quran?
Berikut tips jitu untuk mengkhatamkan Al-Quran:
1. Gunakan Jumlah Juz Dalam Mushaf Al-Quran
Caranya mempermudah yang pertama dengan menggunakan Mushaf Al-Quran yang telah dicetak per juz.
Dalam satu juz biasanya berisikan 11 lembar atau 22 halaman.
Gunakanlah sistem target dengan menargetkan membaca 1 juz dalam 1 hari, sehingga dalam satu bulan target selesai 30 juz atau khatam Al-Quran dapat terlaksana.
2. Gunakan Jumlah Lembar dalam Tiap Juz Al-Quran
Apabila menamatkan 1 juz dalam 1 hari masih dirasa berat, coba tips kedua berikut ini.
Yaitu dengan membagi jumlah lembar dalam 1 juz Al-Quran kemudian usahakan baca selepas salat wajib.
Pada umumnya Mushaf Al-Qur’an yang beredar di Indonesia memiliki rata-rata dalam 1 juz terdapat 9-10 lembar (ada juga yang lebih).
Sebagai contoh jika dalam juz pertama terdapat 10 lembar, kemudian dibagi dengan 5 (waktu shalat), maka tiap selesai shalat hanya akan membaca 2 lembar saja.
Itu jauh lebih ringan daripada membaca langsung 1 juz dalam satu waktu.
3. Gunakan Jumlah Halaman dalam Mushaf Al-Quran
Untuk Mushaf Al-Quran Standar Indonesia yang dicetak oleh Unit Percetakan Al-Quran Kementerian Agama memiliki 604 halaman.
Untuk bisa mengkhatamkan Al-Quran selama Ramadan, maka apabila dibagi dalam jumlah hari sebulan bisa didaptkan rata-rata satu hari harus membaca 21 - 22 halaman.
Ini bisa dibaca di waktu-waktu kapanpun dengan target 21 - 22 halaman tersebut.
Jika tidak bisa menyelesaikan 11 lembar (21 halaman) sekaligus, sebaiknya bawa selalu mushaf Al-Qur’an (atau gunakan aplikasi Al-Qur’an Digital pada smart phone) dan manfaatkan waktu-waktu luang.
Seperti memanfaatkan saat jam istirahat kantor/sekolah, saat macet di jalan atau menunggu angkutan umum atau di dalam kendaraan, dan kondisi lainnya.
Saat mengkhatamkan Al-Quran alangkah baiknya ajak keluarga untuk berdoa karena merupakan waktu mustajab untuk berdoa.
Dengan mengumpulkan seluruh anggota keluarga, akan dapat memberikan berkah kepada seluruh anggota keluarga.
Karena, semuanya berdoa secara bersamaan kepada Allah mengharapkan rahmat dan berkah dari-Nya.
Nah selamat mencoba tips jitu mengkhatamkan Al-Quran selama Ramadan.***

Share this article
Salah satu amalan yang sangat dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadan adalah membaca Al-Quran dan mengkhatamkannya.