AYOJAKARTA.COM – Perasaan cinta atau kasih tidak bisa dipaksakan dan kadang terjadi begitu saja tanpa ada penjelasan ataupun alasan.
Karena tidak bisa memilih mencintai seseorang, maka kadang-kadang perasaan cinta tidak terbalas karena mencintai orang yang salah.
Lantas jika mencintai orang yang salah dan tidak kunjung juga bisa melupakan, bagaimana solusinya?
Baca Juga: Rezeki Makin Ngalir! Begini 6 Cara Islam Mengatur Keuangan agar Hidup Dipenuhi Berkah dari Allah SWT
Penceramah Buya Yahya memberikan penjelasan terkait hal tersebut. Menurutnya cinta adalah karunia agung dan nabi pun mengagungkan cinta.
“Nabi membela cinta dengan kisah Sayyidah Zainab, bagaimana kisah cinta yang dibela oleh nabi,” ujarnya dikutip AyoJakarta.com melalui YouTube Al-Bahjah TV, Selasa (24/1/2023).
Jadi menurutnya Nabi bisa menghargai cinta, dan cinta itu sendiri merupakan segala keindahan. Maka dari itu tidak diperbolehkan menodai cinta dengan syahwat hawa nafsu.
Bisa jadi awalnya ada benih cinta yang baik, tetapi bisa ditumbuhi hawa nafsu sehingga menjadi tidak baik.
Baca Juga: Rezeki Seret? 3 Amalan Kunci Rezeki Lancar dari Syekh Ali Jaber, Menikah Salah Satunya Lho...
Menurutnya banyak sekarang ini melabeli dengan embel-embel cinta tetapi malah merusaknya dengan maksiat.
“Mencintai lawan jenis semacam ini bukan aib, karena tiba-tiba Allah titipkan di hatinya. Yang menjadi aib adalah jika dengan cinta ini lalu melakukan keharaman,” tutur Buya Yahya.
Saat ini, banyak yang menyukai chatingan, diskusi ini itu dan sebagainya sehingga melampiaskan syahwatnya dengan maksiat seperti itu. Dan hal tersebut menjadi tidak benar.
Tapi lain cerita, Buya Yahya menyampaikan bahwa yang berbeda ketika seseorang mencintai meskipun merupakan suami atau istri orang lain, tetapi kalau cinta benar-benar karena Allah.
Menurutnya bisa saja mencintai karena sifatnya yang baik dan mulia sehingga tidak bisa dikeluarkan dari hatinya.
“Tidak pernah dia buat coret-coretan di buku hariannya karena dia akan dibaca oleh orang dan itu kerendahan tapi disimpan di dalam hati,” kata Buya Yahya.
Dan hal tersebut bisa jadi menjadi perang di dalam hatinya karena mencintai orang yang salah.
“Harapannya nanti aku manu nikah dengan dia tapi disimpan tidak pernah diungkapkan media sosial dan seterusnya, maka kalau dia mati dalam keadaan memendam cinta mati sahid,” tuturnya.
“Karena apa? Gejolak cinta itu berat, sementara dia bisa menahan. Sebab dengan cinta dia bisa melakukan apa saja, keharaman, zina, menyerahkan kehormatan, gila dengan segala kebodohan tapi dia menahan,” imbuhnya.
Para ulama mengatakan itu adalah mati syahid karena menahan cinta untuk tidak melakukan kemaksiatan adalah hal yang berat.
Menurut Buya Yahya, jika seseorang yang chatting dengan orang yang tidak dicintai maka tantangannya akan ringan, begitu pula apabila tidak melihat orang yang dicintai.
Tetapi kondisinya akan berbeda ketika hati mencintai seseorang, tetapi tidak boleh melihat orang yang dicintainya, tidak diperbolehkan chatting.
Jika kemudian seseorang menahan diri hingga meninggal, maka meninggalnya orang tersebut mati syahid, karena hal itu merupakan jihad.
Penceramah Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa masalah mati syahid karena hal tersebut telah disepakati.
Karena menurutnya orang bermaksiat sederhana, tetapi syahwat yang diiringi dengan cinta maka ukhuwah kekuatannya menjadi dobel.***

Share this article
Lantas jika mencintai orang yang salah dan tidak kunjung juga bisa melupakan, bagaimana solusinya? Ini kata Buya Yahya.