JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM--Profesi sebagai ahli masak (chef) merupakan salah satu yang tengah digandrungi terutama dari generasi milenial, apalagi Indonesia memang dikenal kaya dengan kuliner tradisionalnya.
Para chef yang bernaung dalam wadah yang disebut sebagai Indonesia Chef Association (ICA) memiliki misi sosial yang menjadi agenda rutin, yakni mengirimkan anggotanya ke daerah bencana.
AYO BACA : BPBD DKI Koordinasikan Antisipasi Pergerakan Tanah
Mengenai alasannya, anggota Indonesian Chef Association (ICA) Shanty Dewi Nurhayani menjelaskan selama ini saat bencana alam terjadi, sudah lazim bantuan datang dari berbagai penjuru, termasuk kedatangan para relawan yang akan membantu proses evakuasi korban bencana hingga pemulihan sarana dan infrastruktur di daerah tersebut.
Tentu, sebagaimana manusia biasa, para relawan tersebut juga membutuhkan asupan makanan. Dan di daerah bencana, para relawan membutuhkan asupan gizi yang cukup baik, karena pekerjaan mereka sangat berat dan kerap kali melampaui beban kerja di masa normal, bahkan tak ingat waktu.
AYO BACA : Puluhan Penambang Tertimbun di Gunung Pongkor, 5 Orang Tewas
Pada titik itu mereka rentan mengalami kelelahan berat. Untuk menghindari agar kelelahan itu tidak berubah menjadi sakit, mereka membutuhkan asupan gizi yang seimbang selain tentunya istirahat yang cukup, ujar Shanty yang berdomisili di Garut, Jawa Barat dan sekaligus pengusaha katering.
Meski asupan gizi dari makanan sangat penting bagi para relawan, namun Dewi, sapaannya memaparkan, kerap kali justru aspek tersebut terabaikan.
Ketika berada di daerah bencana, memang makanan yang tersedia untuk relawan kondisinya ala kadarnya, yang penting ada. Ini yang kurang baik karena bisa berdampak pada kesehatan para relawan maupun masyarakat korban bencana yang sangat memerlukan makanan bergizi, jelas Dewi.
Untuk itu para anggota ICA, yang bernaung di bawah Kementerian Pariwisata, kerap terjun ke lokasi bencana alam untuk membantu organisasi relawan, baik pemerintah, sosial maupun swasta mengelola dapur umumnya.
Dewi mengatakan ICA biasanya diminta memberikan saran dan panduan menu yang cocok untuk daerah tersebut sesuai dengan selera lokal dengan kandungan gizi yang baik, cara pengolahan dan peralatan yang diperlukan untuk memasak dalam jumlah besar hingga ke manajemen higienitas dapur umum, agar kebersihan dan kesehatan selalu terjaga dari bahan baku hingga makanan jadi.
AYO BACA : BPBD Imbau Masyarakat Menanam Pohon untuk Antisipasi Pergerakan Tanah

Share this article
Profesi sebagai ahli masak (chef) merupakan salah satu yang tengah digandrungi terutama dari generasi milenial, apalagi Indonesia memang dikenal kaya dengan kuliner tradisionalnya.