Memburu Nasi Uduk Legendaris Bekasi

Warung nasi uduk Bang Bule di Jalan Mayor Oking, Pasar Proyek, Bekasi Timur, Kota Bekasi. (ayobekasi.net/Ananda MF)
BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Siapa yang tak kenal dengan nasi uduk. Makanan khas Betawi ini kerap diburu, dijadikan makanan pembuka sebelum melangsungkan aktivitas pagi hari. Namun berbeda dengan nasi uduk yang dimasak Mustofa alias Bang Bule, nasi uduk ini hanya tersedia di malam hari.
Terletak di salah satu sudut Kota Bekasi, tepatnya di Jalan Mayor Oking, Komplek Pasar Proyek di Kecamatan Bekasi Timur, nasi uduk Bang Bule dapat dikatakan primadonanya nasi uduk di Bekasi. Pasalnya jam buka warung ini pada jam 19.30 WIB, namun tak pernah sepi pembeli.
Yayat, salah seorang pengelola warung yang juga merupakan keluarga Mustofa, mengatakan usaha nasi uduk ini sudah digeluti turun temurun hingga puluhan tahun, dan ia mengaku bisa disebut sebagai generasi ketiga dalam usaha ini.
"Sudah sangat lama, puluhan tahun, kira-kira berdiri dari tahun 1970-an," kata Yayat ditemui di warung nasi uduknya, belum lama ini.
Dia mengungkapkan, kala itu, usaha yang dirintis Ayah Mustofa, yakni Muhammad awalnya terletak di tepi Jalan Ir. H. DJuanda, tepatnya di Pasar Sapi yang sekarang berubah menjadi Pasar Proyek.
Setelah kurang lebih 10 tahun berdagang, usaha nasi uduk itu pindah ke daerah Pasar Baru Bekasi yang terletak di dekat Terminal Bekasi hingga tahun 1999. Karena kondisi Pasar Baru kala itu kurang baik, hingga sepi pengunjung, akhirnya atas anjuran keluarga warung nasi uduk Mustofa kembali ke daerah Pasar Proyek.
Yayat mengatakan, meski dibuka pada malam hari, pengunjung terhitung selalu penuh. Pihaknya pun hanya menyediakan sejumlah meja untuk duduk para pembeli, namun nasi uduknya tak pernah luput dari pemburu makanan, bahkan hingga habis.
"Yaitu alhamdulillah selalu ada yang beli. Kita bukanya sekitar pukul 19.30 WIB, terus tutupnya sampai habis, sekitar jam 02.00-03.00 WIB," ungkapnya.
Dia mengatakan, yang spesial dari nasi uduk Bang Bule dan tak pernah dilupakan pembeli yakni masakan semur jengkol dengan bumbu kecap khasnya, begitu juga dengan sayur sounnya yang terasa manis. Namun juga terdapat masakan-masakan lain sehingga membuat warung nasi uduk ini dikatakan lengkap.
Dia pun mengungkapkan, pemburu nasi uduk Bang Bule tak sebatas kalangan masyarakat biasa, ada juga para pejabat yang sering sengaja membeli nasi uduknya, termasuk mantan wali kota Mochtar Muhammad, juga Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.
"Bang Pepen (sapaan Rahmat Effendi) sering ke sini ngebungkus. Bahkan caleg-caleg juga ada yang ke sini," katanya.
Disamping itu, saking terkenalnya, banyak warga luar kota sengaja datang jauh-jauh menyicipi masakan Bang Bule. Seperti dari Bandung, Karawang, Jakarta, dan daerah lainnya.
Terkait harga pun, warung nasi uduk Bang Bule masih menarifkan harga cukup murah seperti umumnya harga-harga nasi uduk lainnya. Yayat pun menambahkan, jadi suatu kebanggaan bisa menambah citra kuliner lokal ini semakin baik, disamping keuntungan yang didapat hasil usaha keluarganya ini.
Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih
cepat
Share this article
Siapa yang tak kenal dengan nasi uduk. Makanan khas Betawi ini kerap diburu, dijadikan makanan pembuka sebelum melangsungkan aktivitas pagi hari. Namun berbeda dengan nasi uduk yang dimasak Mustofa alias Bang Bule, nasi uduk ini hanya tersedia di malam hari.