AYOJAKARTA.COM - KPU RI bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengusut pelaku yang mengklaim memiliki dan menjual data seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019.
Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Brigadir J Diperiksa Oleh Lie Detector, Apa itu Lie Detector?
"Pengusutan dan penelusuran, baik dari sisi penjual maupun orang yang dengan sengaja membuat seolah-olah merupakan data pemilih Pemilu 2019," kata anggota KPU RI, Betty Epsilon Idroos dikutip dari Hallo ID.
KPU akan bekerja sama dengan Kepolisian RI, khususnya Siber Polri, untuk mengusut pelaku tersebut sebagai tindak lanjut sehubungan dengan beredarnya informasi tentang data yang kabarnya diperjualbelikan di publik.
Dikatakan pula oleh Betty bahwa data yang dikelola KPU adalah data yang dijaga dari sisi otentitas, keamanan, dan kerahasiaannya, termasuk data pemilih.
Baca Juga: Tersangka Pembunuhan Brigadir J Diperiksa Oleh Lie Detector, Apa itu Lie Detector?
Sehubungan dengan beredarnya informasi tentang data yang kabarnya diperjualbelikan di publik, KPU sudah melakukan pengecekan terhadap setiap isi dari elemen data di forum underground tersebut.
"Data tersebut bukan bersumber dari KPU," katanya lagi.
Kapolri Himbau agar Tak Ada Upaya Pecah Belah dalam Penyelenggaraan Pemilu 2024
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengimbau agar tidak ada upaya polarisasi atau memecah belah masyarakat dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
“Kondisi keamanan, ancaman polarisasi. Tentunya, pengalaman 2019 tidak boleh terjadi lagi, tidak boleh pakai politik identitas,” ujar Kapolri dalam penutupan Konsolidasi Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dikutip dari laman NTMC Polri, Jumat 9 September 2022.
Sigit menuturkan, dalam situasi dan kondisi global yang tidak menentu seperti saat ini, modal utama bangsa Indonesia yang harus terus dijaga adalah persatuan dan kesatuan di seluruh elemen masyarakat.
Menjelang Pemilu 2024, masing-masing calon yang akan ikut serta dalam persaingan politik bisa adu program untuk kemajuan Indonesia.
Visi dan misi masing-masing calon harus diperkuat dan tidak menyebabkan perpecahan.
“Yang harus kita jaga pada 2024 adalah bagaimana masing-masing calon bisa melaksanakan adu program kerja yang positif."
"Jadi, hal-hal yang berpotensi menimbulkan perpecahan tolong ditinggalkan,” ucapnya.
“Dulu banyak upaya-upaya dengan strategi, membuat berita-berita tidak benar, dimunculkan berulang-ulang, akhirnya menjadi kebenaran.
Strategi ini tolong dipikirkan ulang,” tambahnya.
Baca Juga: Ingat Berlaku Besok! Daftar Rincian Tarif Ojol Terbaru, Cek di Sini!
Karena itu, Ia meminta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 untuk mempersiapkan diri, termasuk dari kepolisian daerah setempat, bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
“Yang harus kita lakukan, bagaimana mendorong agar Pemilu 2024 bisa berjalan dengan baik, aman, damai walaupun berbeda pandangan atau pilihan."
"Berbeda bukan berarti kita harus bermusuhan, itu tidak boleh,” tandasnya.***
![[Ilustrasi pemilu] Eks napi kasus korupsi bisa mendaftar sebagai caleg anggota DPR di Pemilu 2024.](https://cdn.ayojakarta.com/fill/1200:675/medias/2025/08/19/656180923.png)
Share this article
KPU RI bekerja sama dengan Polri untuk menelusuri dan mengusut pelaku yang mengklaim memiliki dan menjual data seolah-olah merupakan data