JAKARTA, AYOJAKARTA.COM- Pengamat politik Universitas Nasional (Unas) Yusuf Wibisono menilai Anies Baswedan lebih tertarik maju dalam ajang Pemilihan Presiden (Pilpres) dibanding kembali bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024.
Masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada tahun ini, tepatnya Oktober 2022.
"Anies sebagai pejawat memiliki peluang besar untuk dapat terpilih kembali. Namun, Pilpres 2024 menurut saya lebih menarik baginya," ujar Yusuf, Minggu (2/1).
Melansir Republika-jaringan Ayojakarta.com, Senin (3/1), Yusuf mengatakan, jika Anies pada akhirnya tidak kembali maju maka Pilkada DKI Jakarta 2024 akan berlangsung dinamis.
Baca Juga: PAN Lirik Bima Arya hingga Pasha Ungu untuk Pilkada DKI Jakarta
Menurutnya, estafet kepemimpinan di Jakarta mensyaratkan sosok yang memiliki pemaknaan akan kota dan masyarakat Jakarta agar dapat meneruskan keberhasilan Anies.
Sebab, lima tahun Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI Jakarta begitu banyak kemajuan di ibu kota.
Oleh karenanya selepas Anies nantinya, gubernur baru harus memahami karakteristik Jakarta secara utuh dan menyeluruh agar berkesinambungan dengan pemimpin terdahulu.
Tokoh lokal
Ia melihat, sebaiknya warga Jakarta memberi kepercayaan pada tokoh lokal, sebab kompleksitas Ibu Kota membutuhkan sosok yang langsung running setelah terpilih.
"Bagi calon-calon yang berasal diluar Jakarta pasti membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan seluk beluk Jakarta, dan tak jarang melahirkan pandangan yang kurang tepat yang berimbas pada perlambatan kinerja," katanya.
Baca Juga: Relawan Beraksi Siap Dukung Anies Baswedan di Pilpres 2024
Lebih lanjut, Yusuf mengatakan, Wakil Gubernur Ahmad Riza Patria dianggap tokoh yang paling berpeluang mengingat posisinya saat ini sebagai orang nomor dua di Jakarta.
Sosok lain yang juga dianggap layak adalah Silvyana Murni, mantan birokrat dan Ketua Komite III DPD RI dapil DKI Jakarta.
"Saya kira kita tidak bisa menutup mata pada kapasitas politisi-politisi Kebon Sirih sebagai kandidiat Gubernur DKI," ujarnya.
Ia menyebut sejumlah politikus 'Kebon Sirih' yang punya peluang diantaranya Misan Samsuri yang merupakan politisi senior Partai Demokrat. Putra Betawi yang saat ini menjabat sebagai
Wakil Ketua DPRD dan secara berturut-turut telah menjadi wakil rakyat selama tiga periode.
Kemudian, M Taufiq yang juga merupakan wakil ketua DPRD dan merupakan politisi Kebon Sirih yang populer, namun berada pada perahu yang sama dengan Ahmad Riza.
Baca Juga: Pilpres Masih 2024, Mesin Partai Politik Sudah Dipanaskan?
Sementara itu, Hasbiallah Ilyas merupakan Ketua Partai dan Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta.
"Bagi saya Pilgub DKI Jakarta 2024 harus memberikan kesempatan kepada figur-figur yang memahami secara holistik kebutuhan dan keinginan warganya, daripada hanya dijadikan sebatas ajang kontestasi popularitas para politisi. Sudah saatnya muncul nama-nama calon gubernur yang memiliki kedekatan dan ikatan yang kuat dengan masyarakat serta rekam jejak yang terdokumetasi dengan baik di Jakarta," jelasnya.

Share this article
Masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta akan berakhir pada tahun ini, tepatnya Oktober 2022.