AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta menargetkan pembangunan 11 rumah susun ( rusun ) baru sebagai salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan permukiman sekaligus meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Program tersebut diproyeksikan mampu menampung sekitar 11.778 KK atau unit hunian.
Pembangunan rusun menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.
Khususnya warga yang selama ini tinggal di kawasan padat penduduk maupun permukiman yang memiliki keterbatasan infrastruktur dasar.
Dengan penambahan kapasitas hunian vertikal, pemerintah berharap dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan di Jakarta yang semakin terbatas.

Di sisi lain, program ini juga diharapkan mampu mendukung penataan kawasan perkotaan agar lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kwasan Permukiman (DPRKP) DKI Jakarta, Kelik Indriyanto, menyampaikan bahwa pembangunan rusun ini lebih ditujukan sebagai langkah intervensi mengurangi kepadatan, bukan solusi tunggal atas backlog perumahan.
Nantinya, Pemprov DKI akan membangun 60 tower dengan kapasitas 11.778 unit, yang diharapkan bisa menampung jumlah kepala keluarga (KK) yang sama.

Untuk merealisasikan pembangunan rusun ini, Pemprov DKI tengah berkolaborasi dengan pemerintah pusat melalui program perumahan nasional.
Terdapat pula dukungan hibah lahan dari pihak swasta yang diharapkan bisa membantu untuk memperluas pembangunan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkap dua lokasi yang menjadi prioritas yaitu Rusun Marunda Cluster C dan Rorotan IX.
Kedua rusun tersebut akan dibangun dalam waktu dekat.
Sembilan lokasi lainnya yang akan dibangun rusun adalah Muara Angke, Komarudin, Cakung Km 2, Tongkol Tahap III, Marunda A, Marunda B, Semper Cakung Drain, Bojong Indah, dan Daan Mogot Km 18.***
Share this article
Pembangunan rusun menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat.