AYOJAKARTA.COM - Ajang Pemilihan Gubernur (Pilgub) atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024 sebentar lagi akan dimulai.
Pilkada Jakarta 2024 akan diikuti oleh tiga pasangan calon (paslon) yakni Ridwan Kamil-Suswono, Pramono Anung-Rano Karno dan Dharma Pongrekun- Kun Wardhana.
Ridwan Kamil-Suswono diketahui diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM), Pramono Anung-Rano Karno diusung oleh Partai PDIP sedangkan Dharma Pongrekun- Kun Wardana merupakan calon independen.
Diketahui, Jakarta sudah melepaskan gelar sebagai Ibu Kota Negara. Setelah resmi tidak menyandang status sebagai Ibu Kota Negara lagi, Jakarta sudah diberikan tanggung jawab dengan dijadikan Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
Menurut Pengamat Tata Kota, Yayat. S mengatakan bahwa visi misi calon gubernur Jakarta saat ini yang paling ditunggu oleh masyarakat Jakarta.
“Begini ya yang menarik adalah visi misi Gubernur itu ditunggu sama warga Jakarta karena Warga Jakarta akan bertanya ‘Mau dibawa ke mana kota ini ke depan’ ‘bagaimana kota ini dikelola” ucap Yayat, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube tvOneNews, pada Rabu, 4 September 2024.
Ia juga menyampaikan masyarakat di Jakarta itu rasional. Warga Jakarta bisa melihat mana yang hanya janji kosong dan mana janji yang bisa ditepati.
“Yang tadi Mas Agung juga mengatakan Warga Jakarta tu rasional bisa melihat janji, janji itu sebetulnya janji kosong, janji yang bisa diimplementasikan atau kemungkinan janji yang bisa Gatot kocir ‘gagal total kocar-kacir’ ini ya” ujarnya.
Yayat menyampaikan bagi warga Jakarta saat ini harus bisa melihat janji yang disampaikan nanti apakah bisa diwujudkan atau tidak.
“Nah jadi sekarang ini bagi kita bagi warga Jakarta jika nanti apa yang dijanjikan oleh tim suksesnya atau gubernur itu harus melihat ini sesuatu yang realistis atau tidak” katanya.
“Karena janji politik itu akan masuk ke dalam RPJM rencana pembangunan jangka menengah yang akan dikerjakan dalam 5 tahun masa kepimpinannya, ada yang teknokratis dari teman-teman opd ada yang aspiratif dari musrembang dan ada ini” sambungnya.
Pengamat Tata Kota tersebut memberikan contoh subsidi bantuan Jakarta sekarang, bebannya terlalu banyak seperti bansos yang tidak tepat sasaran.
“Misalnya contoh sekarang ini kan ketika ada janji untuk memberikan subsidilah bantuan Jakarta ini, sekarang ini bebannya begitu banyak, bantuan sosial yang dalam konteks implementasinya tidak tepat sasaran” ujar Yayat.
“Artinya apa warga itu kalau bisa nanti suatu saat dari semua kandidat-kandidat itu semua dibedah bersama-sama realistis enggak tadi Mas Agus mengatakan Jakarta itu pendidikannya rata-rata cukup baik” ucap Yayat.***

Share this article
Pengamat Tata Kota, Yayat. S mengatakan bahwa visi misi calon gubernur Jakarta saat ini yang paling ditunggu oleh warga Jakarta.