AYOJAKARTA.COM - Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami kemacetan parah yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu, 16 April hingga Jumat sore.
Peristiwa ini nyaris melumpuhkan aktivitas warga sekitar pelabuhan utama Indonesia tersebut.
Kemacetan terjadi hingga berkilo-kilometer di luar area pelabuhan, menyebabkan kendaraan di jalan raya hingga jalan-jalan perkampungan warga tidak bergerak.
Situasi ini bahkan membuat ambulans kesulitan menjangkau rumah sakit saat mengantar pasien, sehingga beberapa pasien terpaksa didorong menuju rumah sakit di antara truk-truk peti kemas yang memadati jalanan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anu menyampaikan permohonan maaf kepada warga Jakarta atas kemacetan yang terjadi, meskipun beliau menjelaskan bahwa situasi tersebut.
"Sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan pemerintah Jakarta," ungkapnya.
Baca Juga: 6 Tren Terbaru Smartphone Siap Guncang Pasar Indonesia, dari Entry-Level Hingga Gaming Monster
Penyebab utama kemacetan adalah aktivitas bongkar muat peti kemas yang melebihi kapasitas pelabuhan.
"Yang terjadi di dalam Tanjung Priuk untuk muatannya yang harusnya 2.500 trak per hari kemarin itu dipaksakan untuk menjadi 4.000 truk per hari sehingga mengalami jam. Dan akhirnya saya juga baru tahu tadi pagi dari Kepala Dinas Perhubungan bukan lagi 4.000 tetapi menjadi 7.000 truk per hari," lanjutnya.
Kemacetan diperparah dengan adanya tiga kapal peti kemas yang melakukan bongkar muat di luar jadwal yang telah ditentukan.
Baca Juga: Mengukur Kesiapan Petugas Haji Menghadapi Puncak Armuzna melalui Gladi Posko
Berbagai upaya dilakukan untuk mengatasi situasi tersebut, termasuk mengalihkan kendaraan yang sudah terjebak macet ke jalan tol dengan biaya yang ditanggung oleh pihak pengelola.
Selain itu, pihak pengelola juga memberikan konsumsi kepada para pengemudi yang terjebak dalam kemacetan panjang tersebut.
Meski demikian, dampak dari kemacetan selama tiga hari tersebut sangat dirasakan oleh warga Jakarta, terutama mereka yang beraktivitas di sekitar kawasan Tanjung Priok.

Share this article
Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara mengalami kemacetan parah yang berlangsung selama tiga hari, mulai dari Rabu, 16 April hingga Jumat.