AYOJAKARTA.COM – Kematian Brigadir J yang semula dipercaya publik akibat adanya peristiwa baku tembak, kini terbukti hanya ilusi.
Sebab setelah sejumlah penyidikan dan persidangan,publik kemudian mengetahui bahwa tewasnya Brigadir J tidak lain akibat suatu perencanaan.
Tidak diketahuinya secara pasti motif utama dibalik kematian Brigadir J, membuat publik sempat bermain-main dengan nalar yang liar.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7.1 Guncang Laut Maluku dan Tidak Berpotensi Tsunami, Daryono BMKG Ungkap Pemicunya
Terlebih sewaktu pada Desember 2022 lalu, pada rekening pribadi milik almarhum Brigadir J ditemukan uang dalam jumlah besar.
Menurut Yenti Ganarsih selaku pakar hukum tindak pidana pencucian uang, temuan uang mencapai 100 triliun di rekening Brigadir J merupakan hal yang patut dipertanyakan.
“Uang 100 triliun atau berapapun itu, asal pernah lewat disitu; itu saja sudah harus dilacak,” jelas Yenti.
Terkait penemuan catatan keuangan hingga hampir mencapai 100 triliun di rekening Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak memberi tanggapan.
“Itu kode pemblokiran PPATK, saya mulai berpikir kalau itu kode atau sandi, bahwa telah diblokir,” ujar Kamaruddin.
Sehubungan dengan dugaan kepemilikan uang dalam jumlah besar tersebut, jurnalis Aiman Wicaksono kemudian melakukan penelusuran.
Jauh sebelumnya, Aiman juga sudah melakukan investigasi terhadap dugaan adanya keterlibatan sejumlah oknum polisi dengan bisnis ilegal.
Bisnis ilegal tersebut juga diketahui publik dengan sebutan Konsorsium 303, sekelompok mafia yang terlibat dalam praktik judi online.
Dalam penelusurannya, Aiman berpijak pada pertanyaan dasar tentang ada atau tidaknya uang di rekening mendiang Brigadir J.
“Soal rekening 100 triliun yang dikatakan sebagai pagu atau batas dari rekening milik Joshua, apakah uang itu ada atau tidak?” tanya Aiman.
Menurut Yenti Ganarsih, uang tersebut benar-benar ada, hal itu diyakini Yenti karena adanya keterangan Debet, bukan blokir.
“Kalau tulisannya debit, berarti uang terus kemudian keluar, bank memberitahukan pada kita caranya seperti itu, iya kan?” jelas Yenti.
Lebih lanjut, Yenti menambahkan bahwa ia sudah lama ikut mengungkap tindak pidana pencucian uang, dan tidak pernah mendengar ada pagu.
Baca Juga: Perut Tampak Buncit hingga Room Tour Hotel Bertema Cocomelon, Benarkah Sisca Kohl sedang Hamil?
Terkait dengan peristiwa tewasnya Brigadir J yang berkutat pada isu pelecehan seksual atau pemerkosaan, Aiman memilih untuk mengikuti jejak uang.
Adanya kasus kematian Brigadir J, adanya perintangan penyidikan, serta adanya dugaan konsorsium judi yang belum jelas.
“Jangan-jangan ada hal lain selain pelecehan, jangan-jangan pembunuhan ini bukan karena pelecehan tetapi karena uang,” tanya Aiman, berspekulasi. ***

Share this article
Sehubungan dengan dugaan kepemilikan uang dalam jumlah besar tersebut, jurnalis Aiman Wicaksono kemudian melakukan penelusuran.