AYOJAKARTA.COM - Puluhan rumah hangus terbakar di pemukiman padat penduduk di daerah Jalan Bangka Buntu I, Kelurahan Bangka, Kecamatan Mampang Prapatan 26 Desember 2022.
Dikutip AyoJakarta.com dari suara.com kebakaran terjadi sekitar pukul 20.05 WIB, hingga hari ini petugas terus melakukan pemadaman agar tidak kembali menjalar ke permukiman yang lain.
Kepala Dinas Kebakaran Provinsi DKI Jakarta Satriadi Gunawan menyebut pihaknya mengerahkan sebanyak 130 personel dalam proses pemadaman api.
Satriadi juga mengatakan bahwa salah satu kendala proses pemadaman api ini dikarenakan akses jalan yang sempit.
Hal ini kemudian diperparah dengan tipe bangunan warga dengan semi permanen yang kemudian berpotensi mempercepat proses perambatan api.
"Jalan sempit, pemukiman di dalam semi permanen. Kalau sumber air aman, hanya potensi perambatannya karena cukup luas areanya. Bangunan semi permanen," ungkapnya.
Sementata itu dikutip dari akun YouTube KOMPASTV (27/12/2022) ratusan warga yang kehilangan tempat tinggal dikabarkan ada tiga RT yaitu RT enam,tujuh dan delapan.
Salah satu warga mengatakan bahwa wilayah yang terdampak paling parah adalah RT tujuh.
"Tiga RT, RT delapan, sama tujuh, sama enam paling parah RT tujuh, delapan," ucap Sana salah satu warga.
Ia juga mengatakan bahwa kebakaran ini menghanguskan sekitar 55 rumah yang berada di RT tujuh saja.
"Kalau KK nya ada 74 ya untuk RT tujuh, kalau delapan kita kurang tau ya, trus enam antara empat atau lima rumah," tambah sana.
Baca Juga: Lowongan Anak Perusahaan BUMN, PT Aerotrans Buka Loker untuk Lulusan S1, Cek Persyaratan di Sini
Ratusan warga yang terdampak terpantau telah mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
Salah satu lokasi pengungsian adalah Masjid Jami Al Aqwam yang tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Warga terlihat mulai menempati lantai satu masjid dengan sisa-sisa barang yang seadanya.
Hingga saat ini warga masih menunggu koordinasi dari pemerintah setempat.

Share this article
kebakaran terjadi sekitar pukul 20.05 semalam, (26/12) petugas terus melakukan pemadaman agar tidak kembali menjalar ke permukiman.